PKS Minta Ketegasan SBY Reshuffle Menteri Ekonomi
Minggu, 18 Mar 2007 16:30 WIB
Jakarta - Hasil dari Musyawarah VI Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menekankan evaluasi terhadap kinerja para menteri ekonomi di Kabinet Indonesia Bersatu. Tak hanya evaluasi, kalau memang dianggap tidak mampu, Presiden diharap melakukan reshuffle."Seluruh menteri ekonomi harus dievaluasi, termasuk menko ekonominya, termasuk menteri keuangannya, menteri perdagangannya, menteri perindustrrian, termasuk Bulognya, semua yang terkait dengan menteri ekonomi harus dievaluasi," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring di Hotel Bumikarsa Bidakara, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (18/3/2007).Menurut Tifatul, kinerja ekonomi secara makro tampak berhasil dilihat dari suku bunga fiskal yang mulai turun, nilai tukar rupiah relatif stabil, dan kondisi sekuritas yang membaik. Namun di sektor riil pengangguran semakin meningkat, jumlah orang miskin bertambah banyak."Jadi kami mendorong pada SBY-JK bahwa tim ekonomi perlu diperbaiki. Kalau memang mereka tidak sanggup silakan Presiden mereshuffle, itu hak prerogatif Presiden. Harus ada ketegasan dari SBY. Jadi reshuffle atau nggak, jangan gonjang-ganjing aja," ujar Tifatul.Jika Presiden memutuskan untuk reshuffle, maka harus diputuskan dari sekarang."Kalau menunggu tahun depan terlalu sempit waktunya, kalau iya dari sekarang katakan iya, kalau tidak katakan tidak. Supaya kabinet ini betul-betul diarahkan," ujarnya.
(nwk/nrl)











































