Jumpa Pers di Warung Mbak Sari
Minggu, 18 Mar 2007 15:17 WIB
Sidoarjo - Luapan lumpur Lapindo di Porong, Kabupaten Sidoarjo, seolah menjadi rezeki bagi Mbak Sari. Di kala warga meninggalkan rumahnya yang ditenggelamkan lumpur Mbak Sari malah mendekat ke sekitar pusat semburan. Ya. Warung yang didirikan Mbak Sari (27) tak jauh dari pusat semburan lumpur akhirnya memang menjadi primadona. Setiap hari selalu penuh sesak. Mulai wartawan, pekerja proyek penanggulan hingga para petinggi Tim Nasional Penanggulangan Lumpur selalu menyempatkan mampir, seperti yang terjadi Minggu (18/3/2007). Warung dadakan yang didirikan wanita yang rumahnya tenggelam di Desa Siring ini memang cukup strategis. Bagaimana tidak, warung Mbak Sari itu berada di perbatasan Desa Siring dengan Jatirejo yang menjadi pintu utama menuju pusat semburan lumpur panas. Mulai minuman botol, es, kopi hingga makanan berat tersaji. Bahkan kadangkala Jubir Timnas Rudi Novrianto maupun Tim Fisika ITB yang menangani proyek inseri bola beton memberikan informasi kepada wartawan di warung tersebut. "Enak sih tempatnya. Kalau kita haus atau lapar paling dekat ya warungnya Mbak Sari itu. Apalagi di situ kadangkala ada anggota Timnas. Sambil istirahat kita juga wawancara," ungkap Witanto, salah satu wartawan yang menjadi pelanggan setia Mbak Sari itu. Perjuangan Mbak Sari dengan warungnya sebenarnya penuh liku-liku panjang. Dia sudah tiga kali pindah tempat setelah luapan lumpur tak menentu beberapa waktu lalu.Kini setelah mendapat posisi yang strategis, warung wanita yang berwajah manis itu selalu penuh sesak. Bahkan hingga larut malam pun masih ada orang yang njajan. Berepa omzetnya Mbak? "Wah lumayan, cukup untuk makan kok," kata Mbak Sari dengan malu-malu.
(gik/nrl)