Dipungli Rp 18 Triliun Setahun, Organda Ancam Mogok Operasi

Dipungli Rp 18 Triliun Setahun, Organda Ancam Mogok Operasi

- detikNews
Minggu, 18 Mar 2007 12:27 WIB
Jakarta - Maraknya pungutan liar (pungli) membuat perusahaan angkutan darat kesal. Bayangkan saja kalau dihitung-hitung, pungli di seluruh Indonesia mencapai Rp 18 triliun.Kesal dengan keadaan ini, Organda (Organisasi Angkutan Darat) akan mogok beroperasi.Hal tersebut disampaikan Ketua DPP Organda Murphy Hutagalung ketika dihubungi detikcom, Minggu (18/3/2007)."Itu hasil Mukernas Organda pada Januari 2007, Organda membuat kesepakatan untuk stop operasi di seluruh Indonesia," ujarnya.Mengenai kapan waktunya, Murphy hanya mengatakan mogok akan dilakukan dalam waktu dekat. Dia enggan menyebutkan kapan pastinya karena Organda masih terus melakukan konsolidasi.Jika mogok itu terjadi berarti ada sekitar 16.000 awak angkutan darat yang akan berhenti beroperasi di seluruh Indonesia. Selain soal pungli, Murphy juga menilai pemerintah daerah tidak menerapkan nilai retribusi yang wajar bagi angkutan umum. "Saya tidak meminta retribusi dihapuskan, tapi yang wajar," ujarnya.Meskipun sudah bayar retribusi tetap saja, awak angkutan darat harus bayar pungli yang besarnya hampir 3 kali lipat dari biaya retribusi.Selain angkutan darat, di moda transportasi lain juga tak luput dari pungli. Murphy juga mempersoalkan mengenai pengenaan bea masuk bagi suku cadang kendaraan yang dinilainya terlalu tinggi. (ddn/nrl)


Berita Terkait