Jelang Nyepi, Tingkat Hunian Hotel di Bali Meningkat
Minggu, 18 Mar 2007 12:14 WIB
Jakarta -
Daya tarik Bali sebagai pulau wisata tak ada matinya, biarpun pada Hari Raya Nyepi 19 Maret besok Bali bak pulau mati. Tingkat hunian hotel di Bali ditaksir sekitar 40%. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pada waktu menjelang perayaan tahun baru Januari 2007 lalu yang biasanya menjadi musim puncak."Laporan yang kami terima kemarin, tingkat okupansi hotel-hotel di Bali sekitar 40% dari sekitar 400-an hotel dan pondokan di Bali," Kabid Humas Polda Bali AKBP Drs. A.S. Reniban pada detikcom, Minggu (18/3/2007).Tingkat okupansi hotel itu menurut data Polda Bali meningkat dibanding perayaan old and new Desember 2006 hingga Januari 2007 lalu yang tingkat okupansinya sekitar 25-30%.Orang asing di Bali, baik yang tinggal maupun turis, tercatat sampai Sabtu kemarin ada sekitar 23 ribu, meningkat dibandingkan sejak Juni 2006 yang hanya berjumlah maksimal 14 ribu. Sementara turis domestik tetap stabil dari Juni 2006 hingga sekarang tercatat sekitar 9 ribu hingga 10 ribu."Mungkin sekarang sudah bertambah. Tadi juga saya lihat bus-bus besar berseliweran entah pulang hari ini atau menginap," kata Reniban yang sedang memantau jalan-jalan di Bali.Para wisatawan pun pada esok hari tidak boleh ke mana-mana, diharapkan tetap tinggal di penginapannya."Tidak boleh membuat suara gaduh, boleh menyalakan lampu tapi tidak sampai menembus kaca, dan tidak boleh berkeliaran. Yang melanggar nanti akan kita berikan pengertian baik-baik," ujar Reniban.Seruan tersebut sudah disampaikan pada seluruh hotel-hotel di Bali untuk diteruskan bagi para wisatawan.Reniban mengimbau wisatawan yang akan datang ke Bali agar datang sebelum pukul 06.00 Wita besok atau pada Selasa tanggal 20 Maret 2007 setelah pukul 06.00 Wita. Akses keluar masuk Bali ditutup pada jam tersebut."Ada 4 pelabuhan dan bandara yang ditutup aksesnya mulai pukul 06.00 Wita besok," ujar Reniban.Empat pelabuhan tersebut adalah pelabuhan Gilimanuk, Benoa, Telukan Bawang dan Padang Bai serta Bandara Internasional Ngurah Rai."Dibuka hanya kalau ada hal-hal darurat saja, seperti pendaratan darurat," ungkapnya.
(nwk/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































