Reshuffle Tak Penting, Hanya Bikin Rakyat Muak

Reshuffle Tak Penting, Hanya Bikin Rakyat Muak

- detikNews
Sabtu, 17 Mar 2007 16:32 WIB
Jakarta - Partai Golkar dan PKB mendesak dilakukannya reshuffle. Sayang, langkah itu dinilai tidak menjamin perubahan yang lebih baik bagi bangsa ini.Saat ini yang sangat mendesak adalah perbaikan secara menyeluruh di bidang birokrasi. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dalam diskusi "Reshuffle Kabinet" di Mario's Place, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu(17/3/2007)."Sekarang yang lebih penting adalah menekan menteri itu untuk melakukan kinerja lebih baik dengan dibarengi reformasi birokrasi. Belum tentu mengganti menteriakan menjadikan kondisi bangsa ini lebih baik," tutur Qodari. Di tempat yang sama, Sekjen DPP PKB Lukman Edy menilai evaluasi terhadap kinerja menteri adalah hal yang niscaya dilakukan. Alasannya, selain Presiden SBY pernah berjanji akan selalu mengevaluasi menterinya setiap tahun, evaluasi juga sangat penting untuk mengukur sejauhmana menteri-menteri di Kabinet Indonesia Bersatu sudah menjalankan tugasnya dengan baik."Banyak penilaian masyarakat yang mengatakan menteri-menteri Pak SBY tidak perform. Ini harus dievaluasi, yang tidak layak ya dilakukan reshuffle. Saat inilah waktunya. Jadi now or never. Jangan ditunda-tunda lagi," tambahnya Sementara Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz menilai desakan reshuffle hanya akan membuat masyarakat semakin muak dengan parpol dan elit politik.Alasannya, reshuffle tidak menjamin kabinet akan membawa perbaikan yang berarti buat rakyat. Sebab bisa jadi rakyat semakin sengsara karena elitnya hanya berpikir rebutan kekuasaan."Kalau reshuffle didorong-dorong terus, masyarakat akan capek, lelah, bahkan muak pada parpol dan politisinya. Biarkan lah itu menjadi hak prerogatif presiden. Kalau presiden mau reshuffle kita patuh. Tidak juga nggak apa-apa," pungkas Irgan. (yid/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads