Pendidikan Perlu Bagi Capres, Tapi Kejujuran yang Utama

Pendidikan Perlu Bagi Capres, Tapi Kejujuran yang Utama

- detikNews
Sabtu, 17 Mar 2007 07:58 WIB
Jakarta - Syarat pendidikan memang diperlukan bagi seorang Capres. Namun bila ditetapkan haruslah seorang sarjana atau lulusan S1 justru dinilai sebagai hal yang mengada-ada. Karena ada yang lebih utama untuk dikedepankan."Pendidikan memang penting, tapi yang utama adalah integritas atau kejujuran dari seorang calon, antara lain dengan bersih dari korupsi," kata pengamat politik Arbi Sanit saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Sabtu (17/3/2007). Menurut dia politik adalah dunia praktis yang malah membutuhkan banyak pengalaman dan bukan pendidikan. "Bisa saja lulusan SMU lebih jago dalam politik daripada seorang profesor," imbuh Arbi.Pria yang dikenal dengan rambut kuncirnya ini lalu menjelaskan, selama ini syarat-syarat yang terdapat dalam UU pemilu yakni berjumlah kira-kira 16 poin hanya bersifat formalitas dan administratif juga tidak memiliki relevansi dengan tugas yang nanti akan dipikul."Mestinya visinya dilihat dengan mendengarkan paparan rencana untuk Indonesia 20 tahun mendatang. Kemudian kompetensi politik yaitu apa peran politik yang telah dimainkannya selama ini," urai Arbi.Tak hanya itu track record sehari-sehari calon pemimpin itu pun harus tetap dipantau. "Apakah dia seorang negarawan, itu dilihat dari apa yang telah dia lakukan dalam sehari-hari, bagaimana kebijaksanaannya, seorang pembaharu atau konservatif," jelas Arbi.Hal tersebutlah menurut Arbi yang justru perlu dimasukkan dalam persyaratan seorang Capres. "Kita nantinya akan dapat pemimpin yang berkualitas dan kita bisa berharap banyak," tandasnya. (ndr/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait