Partai Gurem Bantah Dukung Foke

Partai Gurem Bantah Dukung Foke

- detikNews
Sabtu, 17 Mar 2007 02:29 WIB
Jakarta - Selang satu hari koalisi bersama 15 parpol pendukung Fauzi Bowo dideklarasikan pada Kamis 15 Maret lalu, koalisi yang digalang 3 parpol besar yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDIP mulai digoncang perpecahan.Sembilan parpol kecil non-parlemen yang tergabung dalam Forum Lintas Partai (FLP) yang hadir dalam deklarasi itu disebut-sebut sebagai forum palsu.Ketua FLP Meidy Juniarto membantah jika parpol-parpol non-parlemen yang bergabung dalam forum itu ikut-ikutan mendukung Foke (sapaan Fauzi Bowo) sebagai cagub DKI."FLP tidak pernah menyatakan dukungan terhadap Foke. Kalau FLP yang hadir dalam deklarasi kemarin itu palsu," ujar Meidy saat dihubungi detikcom, Jumat (16/3/2007).Menurut Meidy, orang-orang yang hadir mengatasnamakan FLP dalam deklarasi tersebut bukanlah pimpinan partai politik. Sebab, kata Meidy, pada saat yang hampir bersamaan para pimpinan 9 parpol kecil yang tergabung dalam FLP itu tengah mengadakan pertemuan dengan mantan ketua KONI Agum Gumelar di kediamannya pada kamis (15/3/2007) sore. Parpol-parpol itu antara lain Partai Patriot Pancasila, Partai Pelopor, Partai Buruh, PKPI, PNBK, PNI Marhaen, PPNUI, PSI, Partai Merdeka, dan PIB.Bahkan sejak awal, lanjut Meidy, FLP telah berkomitmen untuk mendukung Agum dalam pilkada DKI mendatang. "Kami tetap dukung Pak Agum. Karena FLP ini seperti sudah punya Pak Agum," imbuh ketua DPW Partai Patriot Pancasila DKI Jakarta itu.Namun demikian, dengan terbentuknya koalisi bersama tidak berarti peluang mantan danjen Kopassus tersebut semakin tipis. FLP, kata Meidy, peluang Agum maju sebagai DKI-1 masih terbuka lebar.Alasannya, menurut dia, koalisi bersama yang terbangun sangat rapuh dan tidak bertahan lama disebabkan faktor-faktor yang sangat pragmatis. Apalagi ada parpol-parpol dalam koalisi tersebut memiliki kepentingan masing-masing."Saya tidak yakin Foke dapat membagi-bagikan kue secara adil kepada partai-partai itu. Dampaknya ya sangat rapuh. Akan ada parpol yang keluar dari koalisi, dan Pak Agum bisa diuntungkan. Apalagi PKB, PBR dan PAN belum final putuskan Foke," tandasnya. (rmd/ndr)


Berita Terkait