Wapres Saweran Bangun Istana Pagaruyuang
Jumat, 16 Mar 2007 23:22 WIB
Jakarta - Gempa yang mengguncang padang pada 6 Maret lalu menyebabkan Istana Basa Pagaruyuang rusak. Tak tanggung-tanggung untuk membangun kembali istana yang menjadi ciri khas Sumatera Barat (Sumbar) ini membutuhkan dana senilai Rp 27 miliar.Karenanya, usai mendengarkan pemaparan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi terkait dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki istana itu, Wapres Jusuf Kalla langsung 'menodong' para peserta yang hadir untuk melakukan saweran biaya pembangunan."Saya dan keluarga tentu akan membantu (Ny Mufidah Kalla berasal dari Padang) tinggal sekarang mengedarkan kertas keliling-keliling," kata Wapres sesaat menutup sambutan di rumah dinasnya, Jl Diponegoro, Jakarta, Jumat (16/3/2007).Dari hasil saweran ini, kemudian terkumpul komitmen bantuan hampir Rp 17,125 miliar. Maklum jumlah sebesar ini dapat terkumpul dengan cepat, karena kebanyakan yang hadir pengusaha dan pejabat tinggi asal Padang.Beberapa pejabat dan tokoh yang hadir antara lain Menneg PP Meutia Hatta, Menperin Fahmi Idris, Mensos Bachtiar Chamsyah, Ketua MUI Din Syamsuddin, Ketua BPK Anwar Nasution, Dirut Garuda Emirsyah Satar, Pengusaha Sofyan Wanandi, Mantan Kapolri Awaludin Djamil, dan penyair Taufik Ismail.Adapun dana yang didapat diantaranya, dari Mensos Rp 1,5 miliar, Semen Gresik Group Rp 1 miliar, Ikatan Kepala Daerah Sumbar Rp 5 miliar, dan Ny Mufidah Kalla Rp 1 miliar."Kini rumah makan Minang belum perlu dilibatkan. Enggak perlu ada kotak-kotak amal di rumah makan Minang," ujar Wapres.Sebagian para peserta yang hadir lainnya memilih menyumbang untuk daerah rekonstruksi dan rehabilitasi bencana, namun jumlah yang terkumpul belum sefantastis jumlah bantuan yang terkumpul untuk istana yang menjadi icon Sumbar itu.Selain itu, pemerintah akan memberikan bantuan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi. Dan prioritas utama adalah pembangunan kembali sarana-sarana umum bagi hajat hidup orang banyak."Sekolah-sekolah dan rumah sakit itu harus diganti," tegas Wapres.pernyataan Wapres di atas sejalan dengan rekomendasi Gubernur Sumbar yang dalam pemaparannya menyatakan perlu segera dibangun sekolah darurat mengingat dalam 2 bulan lagi akan dilakukan ujian nasional."Kita sudah mendapat bantuan dari Unicef 136 sekolah tenda, tapi tentu saja ini masih kurang," urai Gamawan di sela-sela acara.
(lh/ndr)











































