TVRI Putus Kontrak 27 Penyiar

TVRI Putus Kontrak 27 Penyiar

- detikNews
Jumat, 16 Mar 2007 17:02 WIB
Jakarta - TVRI diguncang isu pemecatan penyiarnya. Dari 32 penyiar yang ada, hanya 5 orang yang dipertahankan. Nasib 27 penyiar lainnya tidak jelas.Namun isu itu dibantah Direktur Program dan Pemberitaan TVRI nonaktif Rully Charmeianto dalam jumpa pers di Senayan City, Jakarta, Jumat (16/3/2007)."Bukan dipecat, tapi kami coba untuk direlokasi ke tempat lain, seperti humas atau apalah. Lagi pula itu kan hal wajar di bidang industri," kata Rully.Rully mengatakan, sebenarnya para penyiar tersebut sudah habis kontraknya pada Desember 2006. Kontrak kerja permanen yang ditawarkan pada 32 penyiarnya, hanya ditandatangani oleh 5 orang."Selama ini mereka kan kerja kontrak, ada yang sebagian kerja dobel. Misalnya kerja di bank atau di pajak. Kami tawarkan pada mereka untuk kerja permanen di TVRI, tapi ternyata banyak yang tidak mau," ungkapnya.Saat ditanya bagaimana status penyiar yang tidak menandatangani kontrak kerja permanen itu, Rully mengatakan, mereka tidak memiliki status lagi."Lha wong kontrak kerja mereka di TVRI sudah habis 2006 lalu," kata dia.Alasan 27 penyiar lainnya tidak bersedia menandatangani kesepakatan baru, tidak diketahui Rully yang diangkat sebagai pada 24 Agustus 2006.Yang jelas, kata Rully, di TVRI, penyiar hanya bekerja setiap kali ada siaran. Rully kemudian meminta kepada mereka agar setiap hari datang sebagaimana normalnya bekerja di sebuah perusahaan."Pertama kali saya jabat ini (direktur), waktu itu hanya ada 6 program per hari dan itu dikerubuti 32 penyiar. Makanya saya perbaiki sistemnya," kata dia.Diakui Rully, TVRI selama ini tidak profesional. Sulit sekali baginya membawa perubahan di TV nasional itu, karena ada ulah segelintir orang yang tidak mau perubahan terjadi."Memang corporate culture-nya yang tidak profesional, segelintir orang di comfort zone tidak mau berubah. Jadi susah menerapkan manajemen moderen," tegasnya. (umi/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads