Ozon Menjaga Makanan Tetap Segar
Jumat, 16 Mar 2007 16:45 WIB
Jakarta - Ozon, sebagaimana lapisan yang melindungi bumi, juga bisa melindungi makanan. Dengan ozon, kita bisa makan dengan aman meski sudah disimpan lama. Yummi...Selama ini kebanyakan orang hanya tahu ozon untuk menyerap sinar ultra-violet dari matahari. Padahal, ozon alias O3 juga bisa digunakan untuk mengawetkan makanan. Selain itu ozon juga bisa digunakan untuk meluruhkan pestisida."Dalam percobaan pengawetan, yang kita pakai adalah sayur, buah, dan ikan. Utamanya untuk tomat, paprika, dan kembang kol," ujar peneliti kalibrasi, instrumentasi, dan metrologi LIPI Dr Anto Tri Sugiharto dalam keterangan pers di Gedung LIPI, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (16/3/2007).Melalui pencucian dengan air yang mengandung ozon, selama 27 hari tomat tetap segar meski tidak dimasukkan ke pendingin.Kenapa tomat tidak busuk? Sebab ozon bisa membunuh bakteri yang menyebabkan tomat membusuk. Bila berada di air, maka ozon menjadi radikal bebas yang bisa melubangi selaput air bakteri. Inilah yang menyebabkan bakteri mati."Setelah dicuci dengan air berozon, maka sayur dan buah sebaiknya ditutup plastik," saran Anto. "Ozon juga ada dosisnya. Bila berlebih justru membuat sayur yang dicuci layu," tambahnya.Dijelaskan dia, ozon berasl dari oksigen yang dimasukkan ke dalam tempat bermuatan listrik. Kata lainnya, ozon adalah bentuk lain dari oksigen. Bila terkena matahari, maka ozon itu akan berubah lagi jadi oksigen."Ozon itu reaktif terhadap kotoran sehingga bisa menjadi pembasmi alami. Kalau banyak petir, biasanya banyak ozon yang terbentuk," jelas Anto. Bagaimana cara pembuatan Ozon? "Oksigen dimasukkan ke dalam alat yang ada listrik bertegangan 6.000 volt. Alat ini berupa reaktor," beber dia. "Batas ozon di air adalah 0.02 ppm. Setelah 30 menit, biasanya kandungan ozonnya hilang."Reaktor air berozon ini masih dikembangkan oleh LIPI. Untuk membuat alat yang bisa mencuci 5 kg tomat ini diperlukan biaya Rp 500 ribu hingga Rp 750 ribu. Untuk sementara, penerapannya diberikan kepada petani.
(nvt/ana)











































