Ssst... Menhut Punya 'Momongan' dari Lisa 19 Tahun

Ssst... Menhut Punya 'Momongan' dari Lisa 19 Tahun

- detikNews
Jumat, 16 Mar 2007 14:12 WIB
Pekanbaru - Banyak pihak yang belum tahu, kalau diam-diam Menhut MS Ka'ban punya 'momongan' di Riau. Balita yang baru lahir tiga pekan lalu dari kandungan Lisa (19) itu bernama Nela.Nela kini hidup di kawasan Hutan Taman Nasional Tesso Nilo yang berada di Kabupaten Pelalawan, Riau.Disembunyikan? Eittt... Jangan berpikir yang tidak-tidak dulu. Nela yang bertubuh bongsor ini merupakan anak gajah jinak dari induknya bernama Lisa.Gajah jinak Lisa ini merupakan gajah yang masuk dalam program playing squad yang dilaksanakan World Wildlife Fund (WWF) Riau.Lisa ditangkap Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau pada tahun 2004 di Kabupaten Kampar. Gajah betina ini sempat mengendap di Pusat Pelatihan Gajah."Selanjutnya Lisa terpilih menjadi salah satu tim gajah jinak dalam program playing squad bersama tiga gajah jinak lainnya. Mereka berfungsi untuk mengusir gajah liar bila akan memasuki perkampungan penduduk," kata Humas WWF Syamsidar dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (16/3/2007).Dua tahun Lisa bersama WWF Riau, tak lama dia mengandung yang dipastikan janinnya berasal dari gajah liar di kawasan Taman Nasional. Dua tahun mengandung, akhirnya tiga pekan lalu, gajah jinak ini melahirkan 'putri' pertamanya.Lantas kelahiran anak gajah berjenis kelamin betina ini diberitahukan pihak WWF kepada Menhut MS Ka'ban. Kabar gembira lahirnya anak gajah ini disambut hangat oleh sang Menhut.Maklumlah, selama ini gajah liar di Riau sudah terancam punah akibat alih fungsi lahan, serta sering terjadinya konflik antara gajah dengan manusia."Pak Menhut menelepon WWF dua pekan lalu ketika dia berkunjung ke Riau. Dia sangat gembira atas kelahiran gajah tersebut. Lantas Pak Menhut memberinya nama Nela," kata Syamsidar.Nama Nela, kata Syamsidar, diambil dari nama kawasan Taman Nasional yaitu Tesso Nilo. Karena yang lahir gajah betina, kalau diberi nama Nelo terkesan nama jantan. Kesimpulannya diambil nama Nela yang masih tidak jauh dengan hibitat di mana dia dilahirkan."Tapi kita belum mengadakan syukuran atas kelahiran gajah itu. Maunya sih kalau syukuran, Pak Menteri sekalian datang ke lokasi untuk melihat si Nela," harap Syamsidar sembari tertawa. (cha/sss)


Berita Terkait