Penderita Sakit Jantung Bergeser ke Usia 30-an Tahun

Penderita Sakit Jantung Bergeser ke Usia 30-an Tahun

- detikNews
Jumat, 16 Mar 2007 09:27 WIB
Surabaya - Waspadalah! Penyakit jantung koroner (PJK) yang menyebabkan kematian nomor satu di Indonesia tak lagi didominasi orang berusia 50 tahun ke atas. Kalangan muda usia banyak juga yang menderitanya. "Perubahan usia inilah yang patut diwaspadai," ucap ahli jantung Prof Dr dr Rochmad Romdhoni SpPD SpJP. Dalam kurun sebulan, dr Rochmad mengaku menangani 5-10 pasien PJK yang berusia sekitar 30 tahunan. "Padahal lima tahun lalu dalam sebulan hanya ada 2-3 pasien PJK yang berusia 30 tahun. Saya prihatin karena angka penderita PJK terus meningkat," jelas dr Rochmad yang juga Direktur RSU Haji Surabaya pada detikcom, Jumat (16/7/2007). Lebih lanjut dr Rochmad mengatakan, pergeseran usia pasien PJK itu terjadi karena pola hidup dan makan yang tak sehat. Menjamurnya makanan siap saji ditengarai menjadi salah satu penyebab meningkatnya pasien PJK usia dini. "Sekarang semua ingin yang praktis dan instan. Padahal makanan seperti itulah yang merugikan kesehatan," tandasnya. Seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi fast food, kata Romdhoni, menjadi rentan terkena penyakit degeneratif (penurunan fungsi tubuh), seperti diabetes melitus, kegemukan (obesitas), hingga dislipidemia (banyaknya lemak di tubuh). Penyakit-penyakit inilah, kata dr Rochmad, yang menjadi pencetus PJK. Selagi masih muda, lebih baik giat olah raga. Ini akan mengimbangi konsumsi lemak jahat yang menumpuk di tubuh. Selain itu, kata dr Rochmad, para pelajar SMP dan SMA sekarang sudah mulai merokok. Hal tersebut juga merupakan penyebab adanya pergeseran usia pasien PJK . "Makin sering dan dini menghisap rokok, kemungkinan terkena PJK tambah besar. Untuk itu, sebaiknya hindari rokok. Dan mulailah pola hidup sehat dan seimbang demi kesehatan kita," katanya. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya kemampuan masyarakat mengelola stres. Akibatnya, ketika mengalami banyak masalah, baik itu di pekerjaan atau rumah tangga, stres mudah hinggap. Stres yang berlebihan bisa menurunkan daya tahan tubuh. Ini membuat bibit penyakit mudah masuk ke tubuh. Ketika daya tahan tubuh menurun, jadi mudah sakit. Oleh karena itu, dr Rochmad berharap agar masyarakat yang berusia masih muda mulai mengubah gaya hidup dan pola makan. Jauhi faktor-faktor pencetus PJK. "Jangan tunggu nanti. Selagi remaja, harus mulai menjaga pola makan dan gaya hidup. Tubuh adalah aset. Jangan sampai disia-siakan atau dirusak karena kita sendiri yang akan menderita nantinya," katanya mengingatkan. (gik/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait