FPDIP dan FPAN: Capres 2009 Yang Penting Sehat, Bisa Baca Tulis
Kamis, 15 Mar 2007 20:36 WIB
Jakarta - Seperti diduga sebelumnya, usulan Depdagri yang mensyaratkan calon presiden (capres) 2009 harus minimal S1 mendapat banyak penolakan. Setelah PDIP yang terang-terang menolak, karena dinilai menjegal ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri, FPAN juga menilai syarat itu terlalu berlebihan. "Saya kira itu tidak usah diatur. Politik itu beda dengan di kampus. Yang penting didukung masyarakat dan mampu bekerja, SMA tidak apa-apalah," kata Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/3/2007). Menurut pria yang juga menjabat Ketua FPAN DPR, persyaratan capres harus lulusan S1 itu tidak tepat jika ditujukan untuk menjegal seseorang atau calon presiden dari partai tertentu. Dalam era demokrasi sekarang ini harus dibuka seluas-luasnya pada masyarakat untuk berpeluang menjadi pemimpin. "Tidak boleh pembatasan itu dimaksudkan untuk menjegal calon tertentu. Biarkan semua bersaing, yang penting bisa membaca dan menulis," tambah politisi yang pengusaha ini. Di tempat yang sama, Ketua FPDIP DPR RI Tjahjo Kumolo menilai usulan Depdagri yang mensyaratkan cepres 2009 minimal S1 tidak relevan dengan tujuan kepemimpinan nasional. Karena itu peluang keterlibatan semua pihak untuk menjadi pemimpin nasional harus tetap dibuka seluas-luasnya untuk menjadikan persaingan semakin kompetitif. "Tidak ada relevansinya, karena tidak ada sekolah calon presiden. Yang diperlukan adalah kepercayaan rakyat terhadap leadership dan pemahaman terhadap permasalahan rakyat serta sehat jasmani rohani dan bisa baca tulis," kata Tjahjo.
(yid/asy)











































