Banjir Lahar Merapi Turun Disertai Bau Belerang

Banjir Lahar Merapi Turun Disertai Bau Belerang

- detikNews
Kamis, 15 Mar 2007 17:35 WIB
Yogyakarta - Banjir lahar Gunung Merapi kembali terjadi akibat hujan deras yang mengguyur di kawasan puncak. Lahar yang turun di Kali Gendol disertai kepulan asap tebal berbau belerang yang cukup menyengat.Banjir lahar yang terjadi pada Kamis (15/3/2007) mulai pukul 15.00 hingga pukul 16.30 WIB. Aliran lahar mencapai jarak lebih dari 16 kilometer hingga wilayah Dusun Jambon Desa Sindumartani Kecamatan Ngemplak Sleman. Berdasarkan pantauan detikcom di Dusun Jambu Desa Kepuharjo, Cangkringan, suara gemuruh aliran air terdengar di sepanjang tebing Kali Gendol baik di Desa Kepuharjo dan Glagaharjo. Suara gemuruh disertai kepulan asap putih tebal dan bau belerang yang sangat menyengat.Beberapa orang petugas dari Saluran Komunikasi Sosial Bersama (SKSB) menggunakan masker penutup hidung agar tidak menghirup bau belerang. Selain memantau aliran lahar, para petugas juga meminta warga sekitar yang menonton di tebing Kali Gendol untuk menjauh, karena beberapa tebing longsor.Para penambang dan truk pasir yang masih di tengah sungai juga diminta segera menyingkir. Puluhan truk pasir banyak yang diparkir menjauhi pinggir sungai.Akibat besarnya aliran lahar, tiga jembatan untuk sementara ditutup. Jembatan Manggong, jembatan Gadingan dan Tambakan yang menghubungkan beberapa desa seperti Desa Kepuharjo, Glagaharjo dan Argomulyo ditutup untuk pemakai kendaraan. Pasir dan bongkahan batu-batuan dan batang kayu sempat menutupi atas jembatan yang juga berfungsi sebagai cekdam. Salah seorang warga Glagaharjo, Erwin yang juga anggota Saluran Komunikasi Sosial Bersama (SKSB) di timur jembatan Manggong mengatakan hujan di sekitar lereng selatan Merapi di wilayah Cangkringan terjadi sejak pukul 14.30 WIB dengan kapasitas kecil. Namun mulai pukul 15.15 kawasan puncak dan di sekitar hulu Kali Gendol dan Kali Woro mulai diguyur deras. Akibatnya material Merapi berupa pasir dan batu-batuan turun memasuki sungai."Aliran air bercampur lumpur pada awalnya kecil, namun setelah pukul 15.45 WIB saat di puncak terjadi hujan lebat, aliran air di Kali Gendol semakin membesar dan sempat meruntuhkan tebing sungai," katanya. (ana/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads