Komisaris Utama IBIST Ditangkap, 2 Senpi Disita
Kamis, 15 Mar 2007 16:46 WIB
Bandung - Selama 4 bulan menjadi buronan, Komisaris Utama Interbanking Bisnis Terencana (IBIST) Bandung Wandi Sofian akhirnya ditangkap di rumah kontrakannya di Tasikmalaya. Turut disita 2 senjata api (senpi).Kedua senpi berjenis pistol Baretta kaliber 32 dan shortgun kaliber 22. Wandi mengaku sempat melarikan diri ke Jakarta, Yogyakarta, dan terakhir ke Tasikmalaya.Kapolda Jabar Irjen Pol Soenarko Danu Ardanto kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kamis (15/3/2007) membenarkan penangkapan Wandi oleh jajarannya.Penangkapan berlangsung pada Rabu 14 Maret 2007 pukul 11.30 WIB di Jalan Bebedahan II No 23 Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Sekitar 20 personel terlibat dalam penggerebekan tersebut."Kami menerima laporan dari masyarakat pada 12 Maret. Kami langsung melakukan penajaman dan akhirnya berhasil membekuk Wandi. Malam kemarin, tersangka langsung dibawa ke Mapolda, dan hingga saat ini terus diperiksa," katanya.Soenarko mengungkapkan pada saat penggerebekan di rumah kontrakan Wandi, polisi menemukan 2 senpi, 2 buku mengenai senjata, 1 paspor, 3 Toyota Kijang dengan tahun yang berbeda, dan 2 BPKB.Dari pengakuan tersangka kasus penipuan berkedok MLM itu, lanjut Soenarko, awalnya dia melarikan diri ke Jakarta dan menyewa kamar di Hotel Nike, Jalan Thamrin, selama 2 bulan.Kemudian Wandi pergi ke Yogyakarta, dan akhirnya mengontrak sebuah rumah di Tasikmalaya. "Di Kota Tasik ini, dia membeli 5 kendaraan roda empat dengan total Rp 200 juta untuk direntalkan," ujarnya.Menurut pengakuan Wandi, tutur Soenarko, total nasabah yang terhimpun di IBIST mencapai 5.000 orang. Padahal, selama ini Polwiltabes Bandung baru berhasil mendata nasabah sekitar 1.500 orang dengan total kerugian sekitar Rp 79 miliar."Sampai saat ini kami belum tahu berapa total uang yang dihimpun dari 5.000 nasabah itu. Kami masih sedang menyelidiki," kata Soenarko.Menurut Soenarko, pihaknya juga masih mencari tahu mengenai keterlibatan pihak lain dalam membantu pelarian orang nomor satu di IBIST ini.Informasi yang dihimpun detikcom di Polda Jabar, polisi juga dikabarkan menangkap sopir Wandi, berinisial M, yang berada di rumah kontrakan Wandi saat penggerebekan."Saya belum mau berkomentar. Pokoknya saat ini semua masih dalam pengembangan dan penyelidikan," kilah Soenarko saat dikonfirmasi.Mengenai pengetatan pengamanan di lingkungan Mapolda Jabar, hal itu dilakukan karena track record tersangka yang pernah melarikan diri. Selain itu untuk mengantisipasi adanya gerakan massa dari nasabah IBIST.
(ern/sss)











































