Polisi Madiun Gudangkan Senjata

Polisi Madiun Gudangkan Senjata

- detikNews
Kamis, 15 Mar 2007 16:07 WIB
Madiun - Kepolisian Resort Madiun bergerak cepat setelah muncul beberapa kasus penembakan yang dilakukan anggota Polri. Senjata api (senpi) yang selama ini selalu nangkring di pinggang anggota Polri, mulai tarik. Untuk mendapatkan kembali senjata api itu, mereka wajib lolos tes psikologi.Dari 145 senjata api yang dibawa anggota Polres Madiun, 35 di antaranya telah digudangkan. Pemeriksaan senjata api itu dilakukan di Gedung Bhayangkara Polres Madiun. Dari 145 anggota yang mendapat jatah senpi, hanya 113 yang datang.Dari hasil pengecekan, 35 senpi terpaksa dititipkan kesatuannya. Empat di antaranya dititipkan dengan alasan pemegang senpi merupakan hanya staf di polres.Kapolres Madiun, AKBP Eky Heru Festiyanto menegaskan, pemeriksaan dan pengecekan senpi yang dipegang anggotanya diharapkan mampu menekan kejadian yang tidak diinginkan."Pemeriksaan kali ini untuk mengevaluasi ulang hasil tes psikologi kelayakan memegang senpi serta keterampilan menembak sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing," kata Eky Heru di Mapolres Madiun kepada wartawan, Kamis (15/3/2007). Di jajaranya, lanjut Eky Heru, sedikitnya ada 900 anggota polisi. Namun yang dipersenjatai hanya 145 anggota saja. "Mereka rata-rata anggota reserse kriminal atau anggota yang banyak bertugas di lapangan," katanya.Kanit Pelayanan Pengaduan dan Penegakan Profesi (P3D) Iptu Trisno Hadi memastikan jika pemeriksaan secara berkala ini, lanjut Trisno, secara adminstrasi kepemilikan surat izin anggota bisa terkontrol. "Siapa yang surat izinnya habis bisa diketahui. Dan harus menitipkan senpinya. Baru boleh pegang lagi setelah anggota mengikuti dan lolos tes psikotes," katanya. (ana/asy)


Berita Terkait