Dukung Capres Sarjana, PPP Tolak Pemimpin Asal-asalan
Kamis, 15 Mar 2007 16:07 WIB
Jakarta - Presiden tahun 2009 diharapkan mampu menjawab semua persoalan bangsa. Butuh figur intelek dengan background pendidikan yang jelas."Nah itu ukurannya adalah sarjana. Apalagi lingkungan kerja Presiden adalah sarjana. Walaupun semua berhak mencalonkan diri sebagai presiden," kata Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfizdalam jumpa pers di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (15/3/2007).Depdagri telah menyelesaikan revisi RUU Paket Politik. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah pasal mengenai syarat capres 2009 minimal harus sarjana.Syarat itu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan penyesuaian dengan tingkat kemampuan perkembangan masyarakat. "Kita inginkan bangsa ini maju, berpendidikan. Kita tidak mau pemimpin bangsa asal-asalan. Tidak punya background yang jelas," ujarnya.KepengurusanDalam kesempatan itu, Irgan juga sependapat dengan Partai Golkar tentang prosentase kepengurusan parpol."Keinginan Golkar sama juga dengan PPP. Kita sepakat saja di seluruh provinsi ada perwakilan. Jadi jaringan cukup kuat. Ketika eksis di cabang dan ranting, inilah benar-benar partai," ujarnya.
(aan/umi)











































