Selalu Dag Dig Dug Naik Pesawat

detikPolling

Selalu Dag Dig Dug Naik Pesawat

- detikNews
Kamis, 15 Mar 2007 15:46 WIB
Jakarta - Musibah transportasi udara memang tidak lantas membuat calon pengguna jasa angkutan ini meninggalkannya. Namun tetap saja ada rasa cemas. Hasil detikPolling mengungkapkan rasa dag dig dug mereka.Polling dibuka pada 9 Maret 2007. Pertanyaan yang muncul adalah, "AdamAir KI 574 jatuh di perairan Majene, Sulbar, 1 Januari 2007. Garuda GA 200 terbakar di Bandara Adi Sucipto, DIY, 7 Maret 2007. Cemaskah Anda naik pesawat?" Ada dua jawaban yang bisa dipilih, yakni "cemas" dan "tidak cemas".Hasil polling hingga Kamis (15/3/2007) pukul 15.40 WIB, 2.533 suara telah masuk. Dari total responden, 1.827 suara (72,13%) memilih cemas. Sementara 706 suara (27,87%) memilih tidak cemas. Selisihnya 44,26 persen.Masih teringat jelas tragedi AdamAir KI 574 yang terjadi sebagai pembuka tahun 2007. Pesawat jurusan Jakarta - Surabaya - Manado ini hilang pada 1 Januari 2007. Pesawat diperkirakan meledak dan jatuh di perairan Majene, Sulawesi Barat.Pesawat Boeing 737 seri 400 ini membawa 96 orang penumpang, yang terdiri dari 85 dewasa, 7 anak-anak dan 4 bayi. Dipiloti oleh Kapten Refri A Widodo dan kopilot Yoga, serta 4 pramugari.Semua jasad mereka tidak ada yang ditemukan. Tubuh pesawat pun tinggal puing-puing. Kotak hitam yang terdeteksi lokasinya di dasar laut yang cukup dikenal sangat ganas itu tak kunjung diangkat.Yang tergres adalah musibah Garuda GA 200 yang mengalami hard landing kemudian terbakar habis di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, pada 7 Maret 2007.Pesawat Boeing 737 seri 400 ini membawa 133 penumpang dan 7 kru pesawat yang dipiloti Kapten Marwoto Komar dan kopilot Gagam Rohmana. 21 Penumpang dan 1 kru hangus terbakar. Belum lagi puluhan orang menjadi korban luka. Pilot dan kopilot yang selamat hingga kini masih dalam pemeriksaan.Pemerintah pun berupaya keras menyuarakan pentingnya faktor keselamatan dalam penerbangan, termasuk akan menerapkan batas maksimal usia pesawat. Sementara insiden pesawat terpeleset hingga bodi melengkung masih terjadi.Meski demikian polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pembaca detikcom yang berpartisipasi dalam detikPolling. (sss/nrl)



Berita Terkait