Sejak 19 Februari, 22 Ancaman Bom Masuk ke SMS 1717

Sejak 19 Februari, 22 Ancaman Bom Masuk ke SMS 1717

- detikNews
Kamis, 15 Mar 2007 15:15 WIB
Jakarta - Tidak ada sebulan, Traffic Management Control (TMC) 1717 milik Polda Metro Jaya telah menerima 22 ancaman bom lewat SMS. 5 tersangka telah ditangkap. Kelima pelaku itu melakukan teror dengan motif iseng dengan teknologi SMS. Oleh karena itu pihak kepolisian terus berkonsultasi dengan pakar IT untuk menemukan celah-celah kelemahan IT."Ada oknum yang menyalahgunakan ini. Kami akan selalu berkonsultasi sehingga tidak akan menemukan kendala nantinya," kata Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (15/3/2007).Ketut mengungkapkan, 22 ancaman teror bom itu terjadi sejak 19 Februari 2007. Ancaman itu ditujukan di 16 tempat yaitu Mal Artha Gading, BI, Kedubes Inggris, Kedubes AS, Dufan, Monas, Wisma Tugu, Rancadulang Tangerang, Bandara Soekarno-Hatta, Atrium Senen, Masjid Istiqlal, RS Mitra Internasional, Pelabuhan Tanjung Priok, Istana Negara, Graha SCTV dan RSUD Tarakan.Ketut mengatakan, para pelaku dikenakan pasal 336 KUHP tentang ancaman yang menimbulkan bahaya bagi banyak orang. "Hukuman maksimalnya 2 tahun 8 bulan," papar Ketut. Selain itu, kata Ketut, para pelaku juga akan dikenakan pasal 3 ayat 1 Perpu Nomor 1 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme dengan hukuman 4 tahun dengan maksimal hukuman mati.Ketut tidak merinci identitas kelima tersangka tersebut. Tapi yang dirilis polisi selama ini adalah seorang petani gabah asal Bojonegoro (pengancam gedung BI), bocah 10 tahun (Monas), mahasiswi Unisma (Mal Artha Gading), seorang penjual cendol (Kedubes Inggris) dan seseorang yang belum diketahui jelas (Dufan). (mar/nrl)


Berita Terkait