PDIP DKI: Kita Berhadapan dengan Musuh Ideologis
Kamis, 15 Mar 2007 13:38 WIB
Jakarta - Sekitar 15 partai politik (parpol) akan mengeroyok Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilkada DKI Jakarta. Entah mengapa mereka bisa bersatu dalam koalisi. Tapi, menurut PDIP, koalisi dibentuk karena berhadapan dengan musuh ideologis."Kita berhadapan dengan musuh ideologis. Bagi kami, Presiden SBY adalah musuh politik. Tapi ada yang lebih dari itu, yaitu musuh ideologis," kata Ketua Balitbang DPD PDIP DKI Jakarta, Budi Aris Setiadi, kepada wartawan di kantor DPD PDIP DKI, Jl Tebet Raya 46, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2007).Budi Aris tidak menyebut siapa yang dimaksud musuh ideologis itu. Namun, sebenarnya arahnya bisa ditebak. Apalagi dalam Pilkada DKI, hanya ada dua pihak yang saling berhadapan, yaitu Koalisi Bersama melawan PKS.Dengan alasan itulah, PDIP memilih Foke dan bergabung dengan partai-partai lain pendukung Foke. "Kami berkoalisi dengan partai-partai yang jelas mempertahankan NKRI. Karena kami melihat ada ancaman ideologis yang mengancam keutuhan NKRI," ujar dia.Menurut dia, PDIP akan tetap mempertahankan aspek pluralisme dan Bhinneka Tunggal Ika. "Yang dihadapi oleh kita bersama saat ini adalah terancamnya pluralisme dan Kebinnekatunggalikaan itu. Ini adalah koalisi Jakarta atau koalisi besar untuk mempertahankan pluralisme, NKRI dan kebhinnekaan," kata dia. Budi Aris juga menyebutkan koalisi yang diikuti PDIP ini merupakan koalisi nasionalis. "Jadi ini adalah Koalisi Nasionalisme versus Sektarianisme. Dengan adanya koalisi ini, semakin jelas siapa yang eksklusif, siapa yang inklusif," kata dia.
(asy/sss)











































