Mbah Tardjo: Presiden Bergelar Doktor, Kalau Peragu, Ya Percuma

Mbah Tardjo: Presiden Bergelar Doktor, Kalau Peragu, Ya Percuma

- detikNews
Kamis, 15 Mar 2007 13:40 WIB
Jakarta - Presiden punya gelar pendidikan, bukan jaminan menyejahterakan rakyat. Bagi Mbah Tardjo, percuma saja kalau presiden bergelar doktor tapi peragu."Saya kira masyarakat sudah mengerti mana pemimpin yang bisa menyejahterakan, mana yang tidak. Yang penting masih sehat. Pemimpin harus bisa diterima masyarakat. Mau doktor, kalau nggak berani, ya percuma, terus ragu-ragu, ya percuma," cetus pria bernama lengkap Soetardjo Soerjogoeritno ini.Hal ini disampaikan wakil ketua DPR ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3/2007). Menurut dia, capres 2009 tidak perlu dibatasi syarat-syarat pendidikan."Wah itu nggak bener, nggak paham politik. Politik itu lain. Siapa yang didukung oleh rakyat, dia yang dipilih dalam politik. Kalau mau menjadi rektor atau profesor, baru ada syarat-syarat itu, S1-lah," cetus beber pria berkacamata ini.Politisi senior PDIP ini melihat syarat yang ditetapkan Depdagri dinilai untuk menjegal Megawati Soekarnoputri sebagai capres."Mendagri mikir yang lain saja, masih jauh. Kita akan melihat apakah usulan itu sampai ke DPR atau tidak. Intinya beda antara politik dengan yang lain," cetusnya.Depdagri telah menyelesaikan revisi RUU Paket Politik. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah pasal mengenai syarat capres 2009 minimal harus sarjana.Syarat itu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan penyesuaian dengan tingkat kemampuan perkembangan masyarakat. (aan/sss)


Berita Terkait