Cerita di Internet Bikin Penumpang Busway Parno

Cerita di Internet Bikin Penumpang Busway Parno

- detikNews
Kamis, 15 Mar 2007 12:49 WIB
Jakarta - Belakangan ini para pelanggan busway jadi parno alias paranoid. Penyebabnya, ada kisah yang beredar di internet yang membuat emosi bangkit. Kisah itu diforward dari satu e-mail ke e-mail yang lain, bahkan mungkin ke e-mail Anda.Kisah ini ditulis oleh seseorang yang menceritakan kembali pengalaman ibu dan kakaknya ketika naik busway pada 7 Maret sekitar pukul 10.00 WIB ke arah Pulogadung dengan busway bernomor 058. Menurut mereka, selama perjalanan, sopirnya ugal-ugalan sampai bikin semua penumpang hampir jatuh. Padahal sopir buswaynya perempuan.Setelah itu ada satu penumpang pria yang usianya sekitar 30 tahun, komplain ke sopir. "Pelan-pelan dong bawanya, di sini kan ada nenek-nenek dan ibu-ibu. Perempuan kok bawa mobilnya lebih kasar daripada laki-laki. Kalo nggak bisa bawa mobil, nggak usah jadi supir," kata laki-laki itu.Penulis e-mail berkomentar, komplain laki-laki itu wajar dilontarkan penumpang jika memang sopirnya ugal-ugalan. "Saat itu sopir tersebut langsung memberhentikan busnya di tengah jalan (ceritanya dia ngambek). Akhirnya dengan bujuk rayu 3 pengawas tersebut sopir itu mau menjalankan lagi busnya," kata si penulis."Saat pria tersebut turun di halte Halimun, 3 pria pengawas dalam busway tersebut mengikutinya. Pria tersebut tiba-tiba langsung diborgol dari belakang dan dipegang kedua tangannya. Bahkan supir perempuan itu ikut menendang pria muda itu dengan sekuat tenaga sampe sepatunya lepas," demikian akhir kisah tersebut.Cerita itu direspons beragam oleh beberapa orang yang membaca cerita tersebut. Novi Andini misalnya, merespons dengan agak paranoid. Di menulis pada detikcom : "Itu betul nggak sih? Kalau memang betul, benar-benar keterlaluan. Karena saya juga penumpang busway setiap pulang kantor.""Selain lapor polisi, sekalian saja masukin ke surat pembaca di koran-koran," ujar Siti Kholifah mengomentari e-mail yang diforward padanya dengan gemas."Wah...ini sih pantas banget dilaporin ke polisi. Atau cari saja nomor telepon Transjakarta. Mungkin mereka berempat mantan preman Pulogadung," kata Jovita.Namun ada juga yang tidak percaya seperti Inra Mirana yang merespons: "Maaf, aku masih ragu-ragu kalau ada pegawai bus transjakarta yang seperti itu. Karena selama ini karakter mereka selama bekerja baik-baik saja."Kebanyakan pembaca cerita di milis itu mempertanyakan di mana harus melaporkan peristiwa tersebut, dan mempertanyakan mekanisme perekrutan karyawan busway."Salah satu bus yang sudah kita anggap sebagai angkutan umum yang nyaman, aman ternyata malah menunjukan ketidaknyamanan itu sendiri lewat perilaku dari oknum-oknumnya sendiri," komentar Yulia.Transjakarta MenyangkalTernyata pihak Transjakarta sebagai operator busway juga sudah mengetahui cerita yang beredar di internet tersebut. Namun mereka membantah bila telah terjadi kasus pemukulan kepada penumpang oleh petugas Transjakarta. "Para karyawan yang bersangkutan sudah dipanggil, tapi tidak begitu kok kejadiannya," ujar petugas Badan Layanan Umum Transjakarta Sri Ulina saat dihubungi detikcom, Kamis (15/3/2007). Sri Ulina lalu menceritakan kronologi peristiwa tersebut setelah memeriksa keempat petugas busway tersebut. Bagaimana ceritanya, nantikan tulisan selanjutnya! (nvt/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads