Kolom
Jalesveva Helisiape?
Kamis, 15 Mar 2007 12:47 WIB
Den Haag - Kepada saya Kasal Slamet Soebijanto mengatakan, bahwa dia ingin membangun Angkatan Laut kita sekuat era 60-an dan disegani di Asia. Tapi bagaimana bisa kalau 'tiga heli gelap' masuk kandang sendiri saja asal-usulnya tidak tahu?Tiga heli dimaksud adalah heli militer Mi-2 buatan Rusia, yang kini berada di Lanud AL Juanda, Surabaya. Anda perhatikan, tiga heli tersebut bisa masuk ke salah satu jantung pertahanan militer kita, tapi tak seorang pun tahu dari mana asal-usulnya dan siapa yang memasok. Kadispen Koarmatim Letkol Laut Toni Syaiful juga mengaku tidak tahu!Bayangkan, pangkalan Angkatan Laut bisa kemasukan benda mati berukuran panjang: 11,9 meter, tinggi: 3,7 meter, diameter rotor: 14.6 meter, berat kosong: 2,372 ton, dengan jumlah tiga unit pula. Bagaimana kalau yang menyelinap itu teroris atau intel Melayu yang bekerja untuk asing, kalau benda mati segede itu saja bisa tidak tahu? Bagaimana kita bisa percaya dan merasa aman? Ini bukan lagi aneh bin ajaib, tapi mengerikan. Ternyata pertahanan militer kita begitu bolong-bolong seperti keranjang durian. Secara kelakar, ini juga menjelaskan mengapa mereka tidak berani, biarpun telah diprovokasi Malaysia berulang-ulang di Ambalat. Di sisi lain, pernyataan tidak tahu itu juga sekaligus sebuah proklamasi bahwa sistem administrasi di tubuh militer kita kacau-balau. Jika administrasinya tertib, mestinya ketahuan pihak mana yang menyerahkan, siapa yang membawa, kapan, jam berapa, dan seterusnya. Atau para perwira kita itu terpengaruh sinetron mistik tontonannya dan hendak mengatakan bahwa tiga Mi-2 itu muncul tiba-tiba dari balik asap, wuss... Nyet (Rusia), tidaklah...Milik siapa dan dari mana asal-usul tiga heli itu? Para perwira Lanud AL Juanda, terutama komandan pangkalan, harus tahu dan bisa membereskannya. Jika menangani tiga heli gelap (disebut gelap karena tidak ada yang mengakui) tidak mampu atau tidak berani, maka patut dipertanyakan bagaimana mereka ini bisa menjaga wilayah lautan teritorial kita nan luas? Jalesveva, helisiape?Di Schelde Naval Shipbuildings, Vlissingen, Belanda, September tahun lalu Kasal mengatakan kepada saya tentang keinginannya di atas. Tapi jika soal heli saja tidak tuntas, orang se-Asia akan tertawa.
(es/es)











































