Dibantu Preman, Janda Lolos dari Sergapan Satpol
Kamis, 15 Mar 2007 11:44 WIB
Surabaya - Sulani harus banting tulang mencari nafkah untuk menghidupi anak-anaknya sejak suaminya meninggal. Namun petugas Satpol PP tak mau tahu. Sulani diangkut. Sulani pun menjerit histeris.Operasi penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jl Kapasan, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (15/3/2007), nyaris ricuh.Sulani berteriak sejadi-jadinya manakala beberapa petugas Satpol PP mengusung gerobak yang sehari-harinya dipakai untuk berjualan nasi ke dalam truk.Perempuan yang diketahui sebagai warga Kapasan Lor ini pun meronta-ronta menolak diangkut petugas Satpol PP."Saya ini baru ditinggal suami meninggal. Mau saya kasih apa anak-anak saya yang masih kecil dan perempuan-perempuan semua," jerit Sulani meneriaki petugas dengan bahasa Jawa.Namun ratapan Sulani tetap saja tak dihiraukan petugas meski diiringi tangisan dan jeritan Sulani maupun anak-anaknya.Petugas tetap mengusung semua perabotan milik Sulani. Jeritan Sulani yang menyayat hati itu kontan mengundang perhatian. Beberapa preman dan warga sekitar akhirnya nekad naik ke truk dan menurunkan kembali bedak milik Sulani."Orang ini sudah tidak punya suami lagi. Anak-anaknya juga banyak. Mau dikasih makan apa mereka!" bentak seorang preman.Petugas yang dibentak pun terpaku diam. Mereka tak berani bertindak terhadap aksi solidaritas itu. Tak lama kemudian mereka ngacir dengan tangan hampa. Sulani dan anak-anaknya pun bisa bernafas lega.
(gik/sss)











































