4 Ahli Waris Terima Santunan Garuda Rp 600 Juta
Kamis, 15 Mar 2007 11:01 WIB
Jakarta - Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar akan menyerahkan santunan kepada 4 ahli waris korban tewas kecelakaan pesawat Garuda GA-200. Santunan diberikan dalam bentuk cek masing-masing Rp 600 juta."Nama-nama ahli warisnya nanti saja, tunggu rilis," kata General Manager Komunikasi Eksternal Garuda Indonesia Singgih Handoyo kepada detikcom di Gedung Garuda Indonesia, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/4/2007).Menurut dia, santunan baru diberikan kepada 4 ahli waris karena telah selesai administrasinya. "Kalau yang lain akan menyusul," ujarnya.Ahli waris akan didatangi ke rumah atau di kantor Garuda? "Kita masih belum tahu itu. Pokoknya kita akan lakukan secepatnya," kata Singgih.Dikatakan dia, mendiang mantan Rektor UGM Prof Koesnadi Hardjasumantri akan akan mendapat santunan Rp 1 miliar karena almarhum menjadi anggota Executive Card plus."Itu kartu membership Garuda untuk pelanggan yang setia. Almarhum dapat Rp 1 miliar ditambah Rp 600 juta, dan Rp 25 juta," kata Singgih.Namun, lanjut dia, santunan untuk mendiang Koesnadi belum akan diberikan saat ini. "Mungkin nanti di kesempatan berikutnya," cetusnya.11 PenumpangSantunan Rp 25 juta terus dibagikan kepada penumpang pesawat Garuda yang terbakar pada 7 Maret. Tinggal 11 penumpang yang belum mendapat jatah."Sudah diselesaikan kepada 122 orang dari 133 penumpang. Berarti yang kurang tinggal 11 orang. 6 WNA yakni 5 warga negara Australia, 1 warga negara Italia dan 5 WNI," terang Singgih.Menurut dia, santunan kepada WNA akan diberikan melalui perwakilan di tiap-tiap negara. "Contohnya di Hiroshima, kita sudah kirimkan perwakilan kita dari Osaka," imbuhnya.
(aan/nrl)











































