Sistem Pembinaan Personel Polisi Rawan Diskriminasi

Sistem Pembinaan Personel Polisi Rawan Diskriminasi

- detikNews
Kamis, 15 Mar 2007 10:29 WIB
Jakarta - Penembakan AKBP Lilik Purwanto oleh bawahannya menunjukan adanya masalah dalam kepemimpinan di kepolisian. Sistem pembinaan yang patrimonial dan rawan kecemburuan dituding sebagai sebabnya."Yang loyal pada atasan, walau kerjanya tidak beres, bisa dinilai lebih baik. Tapi yang rajin, karena tidak dekat dengan atasan bisa dinilai malas bekerja," ujar pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar saat dihubungi detikcom, Kamis (15/3/2007).Menurutnya, polisi memiliki tingkat stres yang tinggi. Beban kerja mereka berlebih dan belum ditambah beban mereka untuk menghidupi keluarganya. Untuk itu atasan harus mempraktekkan sistem konseling atau bimbingan terhadap bawahannya."Jangan cuma memberi catatan saja. Tapi bicara langsung, tanya ada masalah apa. Kalau dinilai berisiko memegang senjata, diambil saja dulu sementara," lanjut dosen Pascasarjana Ilmu Kepolisian UI ini.Bambang menambahkan, sistem pembinaan personel harus dikembangkan dengan dialog yang terbuka dan transparan. Pola-pola indoktrinasi dan subordinasi atasan bawahan ala militer harus dihindari karena kepolisian sejatinya adalah institusi sipil yang berhubungan langsung dengan masyarakat."Pola subordinasi akan menghambat kinerja kepolisian," katanya mengunci perbincangan. (fay/nrl)


Berita Terkait