Polisi Harus Psikotest Sebelum Pegang Senjata
Kamis, 15 Mar 2007 10:02 WIB
Jakarta - Penembakan AKBP Lilik Purwanto oleh bawahannya, Briptu Hance Christian, membuka kenyataan lemahnya pengawasan terhadap kondisi kejiwaan personel. Tes psikologi harus diterapkan sebelum personelnya memegang senjata api."Selama ini cuma ada tes keterampilan, tapi kejiwaan tidak dites," ujar pengamat Kepolisian UI Bambang Widodo Umar saat dihubungi detikcom, Kamis (15/3/2007).Menurutnya, personel polisi hanya melakukan tes psikologi hanya saat memasuki akademi kepolisian, itu pun hanya dilakukan secara umum. Padahal menurut Bambang, seorang personel harus memiliki emosi yang tenang dan stabil jika memegang senjata api."Harus ada tes psikologi tapi jangan secara umum saja. Harus sampai mencari tahu personel yang bersangkutan agresif tidak, cepat marah atau tidak, dan lain lain," lanjutnya.Lanjut Bambang, tes psikologi harus diterapkan di dalam pelatihan pendidikan. Setelah lulus, personel harus kembali mendapatkan tes psikologi sebelum memegang senjata.
(fay/nrl)











































