Warga Luar Mojokerto Serbu Gentong Kuno Raksasa
Rabu, 14 Mar 2007 18:45 WIB
Mojokerto - Bagi warga Mojokerto, bisa jadi kabar penemuan gentong kuno raksasa sudah tak menghebohkan lagi. Namun tidak bagi masyarakat di daerah Jawa Timur lainnya. Puluhan pengunjung berdatangan dengan berbagai tujuan.Puluhan orang dari berbagai kota silih berganti mendatangi lokasi penemuan gentong yang konon diyakini peninggalan zaman Kerajaan Majapahit di Desa Randu Bango Kecamata Mojosari, Mojokerto, Rabu (14/3/2007).Pengamatan detikcom, pengunjung kebanyakan datang dengan menumpang mobil. Karena lokasi penemuan jalannya yang sempit, maka kendaraan pengunjung hanya bisa parkir berjarak 200 meter. Mereka berasal dari Jember, Malang, Jombang dan Kediri. Karena pengunjung yang terus mengalir, warga desa berusaha mendulang rezeki dengan memasang tenda dan dilengkapi kotak amal tak jauh dari lokasi lubang galian gentong kuno.Sebua papan dipajang dengan tulisan berbunyi: 'Gentong Keramat Peninggalan Majapahit - 1 orang Rp 1000 Bebas Parkir'. Pengakuan penjaga tenda amal ini menyatakan uang hasil sumbangan pengunjung digunakan untuk keperluan petugas Hansip desa. "Karena di desa tidak iuran keamanan sama sekali," kata Kepala Dusun Kusnan Randu Bango Desa Randu saat ditemui detikcom di rumahnya yang tak jauh dari lokasi penemuan gentong.Pengunjung sebagaian besar penasaran ingin melihat gentong keramat tersebut. Namun mereka agak kecewa karena tidak bisa melihat secara utuh gentong yang konon bertuah tersebut.Sebab gentong yang saat ditemukan modelnya bersusun itu tidak utuh lagi. Sebab, selain sudah ada yang pecah terkena benturan saat petugas menggali untuk pondasi tower BTS, bagian gentong yang masih utuh dibawa ke Bagian Pelestarian Purbakala Mojokerto."Sayang kita tidak bisa melihat gentong keramat ya," keluh Seno, warga Jember yang tiba bersama anggota keluarganya. Namun kekecewaan dia sedikit terobati dengan masih adanya sisa gentong bagian bawah di dalam tanah.Sebagian besar pengunjung datang dengan tujuan hanya sekadar memenuhi rasa penasarannya. Namun ada juga yang sengaja datang untuk mencari berkah. "Saat pertama ditemukan, ada yang datang dengan membawa kembang dan sesajen ke lokasi. Kelihatannya orang itu ada 'maksud' tertentu," kata Kusnan.
(gik/asy)











































