Dilarang Berkebun, Warga Kalibaru Histeris

Dilarang Berkebun, Warga Kalibaru Histeris

- detikNews
Rabu, 14 Mar 2007 14:16 WIB
Surabaya - Merasa diintimidasi, sekitar 12 warga Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur, mengadukan nasibnya ke DPRD Jatim, Rabu (14/3/2007). Untuk ke Surabaya saja mereka harus kucing-kucingan dengan aparat. Warga yang terdiri 2 pria dan 10 wanita yang membawa anak-anaknya itu meminta kepada anggota Dewan agar bersedia membantu memperjuangkan nasibnya terkait sengketa lahan seluas 570 hektar dengan PTPN XII.Perwakilan warga, Abu Amin, mengatakan lahan yang diklaim PTPN XII awalnya adalah lahan kosong. Namun karena dinilai produktif, sejak tahun 1994 oleh warga dimanfaatkan untuk berkebun dengan menanam durian, kopi, nangka dan kacang-kacangan."Namun sejak 2003 kita diusir tidak boleh beraktivitas," kata Abu Amin saat diterima Wakil Ketua DPRD YA Widodo di Gedung DPRD Jatim, Jl Indrapura, Surabaya.Abu Amin juga mengakui jika dirinya dan warga tidak mempunyai bukti kepemilikan lahan yang selama ini menjadi gantungan hidup tersebut. "Kita minta Dewan membantu rakyat kecil seperti kita. Karena sejak awal Maret ini kita takut dan was-was," katanya.Ia mengungkapkan hampir setiap hari warga merasa terintimidasi dengan kehadiran aparat keamanan di sekitar lahan dan perkebunan. "Patroli di desa kita, bahkan Brimob ditempatkan di sekitar perkebunan," katanya.Yang lebih menegangkan lagi, untuk berangkat ke Surabaya saja, warga ini harus melalui jalan alternatif yang berada di hutan-hutan agar tidak terpergok petugas. "Bisa keluar dari desa ke kota harus menempuh lewat hutan lima jam dan berliku-liku. Kita kucing-kucingan," katanya.Merasa teraniaya dan khawatir masa depannya suram, para ibu yang membawa serta anak mereka banyak yang menangis histeris ketika proses dialog dengan wakil rakyat berlangsung. "Tolonglah kami Pak Dewan. Bagaiman nasib anak-anak kami kalau kami tidak boleh berkebun lagi," jeritnya. (gik/nrl)


Berita Terkait