Drama Penyanderaan Eks Marinir di Ruang Sidang
Rabu, 14 Mar 2007 12:30 WIB
Manila - Suasana sidang yang tertib mendadak digegerkan oleh drama penyanderaan. Seorang eks marinir Filipina menyandera empat orang yang berada di ruang sidang.Krisis penyanderaan ini terjadi ketika Almario Villegas yang bekas marinir itu, tampil di persidangan di Manila. Sidang tersebut memperkarakan kasus perebutan properti antara Villegas dan Gina Ramos. Dalam kasus ini, Almario terancam kehilangan kondominiumnya di Manila. Ramos mengklaim sebagai pemilih sah properti tersebut. Begitu tampil di ruang pengadilan, tiba-tiba saja Villegas mengeluarkan pistol dan granat. Pria itu langsung menawan Ramos beserta dua petugas pengadilan dan seorang pengacara.Villegas kemudian menembakkan empat tembakan ke udara. Bersama kekasihnya, Delia de la Cruz yang juga bersenjata, Villegas menggiring empat tawanannya ke lantai atas di gedung pemerintah tersebut. Villegas mengancam akan membunuh para sandera jika keluarga Ramos tidak membayar tebusan sebesar 3 juta peso (sekitar US$ 62 ribu).Tim pasukan elit Filipina langsung dikerahkan ke lokasi. Mereka saat ini masih mengepung ruang pengadilan. Untuk berjaga-jaga, otoritas juga memerintahkan pengosongan sebuah sekolah dasar yang berdekatan dengan gedung pengadilan. Otoritas yakin krisis ini akan selesai secara damai.Belum jelas bagaimana Villegas dan kekasihnya bisa lolos membawa senjata ke ruang pengadilan.
(ita/nrl)











































