AKBP Lilik Purwanto, Si Suara Merdu Itu Telah Tiada

AKBP Lilik Purwanto, Si Suara Merdu Itu Telah Tiada

- detikNews
Rabu, 14 Mar 2007 11:19 WIB
Semarang - Nasib Wakapolwiltabes Semarang AKBP Lilik Purwanto mengenaskan. Dia harus meninggalkan korps Polri dan dunia ini lewat salakan peluru anak buahnya, Briptu Hance. Semasa hidupnya, Lilik Purwanto dikenal sebagai perwira polisi yang memiliki suara merdu dan kinerja yang baik. Dalam berbagai kesempatan, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1986 itu memang selalu menyumbangkan suara emasnya. Salah satu lagu favoritnya 'Bersatu Dalam Damai' yang ditenarkan penyanyi Utha Likumahua. Para perwira polisi lainnya seringkali memuji bahwa suaranya tak kalah dengan penyanyi profesional. Dilahirkan di Semarang 45 tahun lalu, Lilik sudah pernah mengemban banyak tugas di daerah. Sebelum dilantik menjadi Wakapolwiltabes Semarang pada 4 September 2006, pria berbobot sekitar 80 kg itu pernah menjadi Kasat Lantas Polres Makassar. Karirnya menanjak terus. Tidak lama kemudian, jabatan Kapolres disandangnya. Dia pernah menjadi Kapolres Kebumen. Setelah itu, pada 16 Desember 2005 dia dimutasi menjadi Kapolres Klaten. Selama satu tahun menjadi Kapolres Klaten, Lilik dianggap berhasil melakukan pembenahan dan perbaikan kinerja. Wajar, bila kemudian Lilik diangkat menjadi Wakapolwiltabes Semarang. "Saya memang dilahirkan dan besar di Kota Semarang. Jadi, saya sudah tahu seluk beluk kota ini," kata Lilik di sela-sela pelantikannya pada 4 September 2006 lalu. Banyak anggota polisi yang memiliki kenangan manis dengan Lilik yang dikenal sebagai orang yang supel. Tidak hanya polisi, para pecinta bola voli di Semarang juga pasti punya kenangan indah, karena Lilik menjadi salah satu pembina di PBVSI Semarang. Disebut-sebut Lilik yang sudah menunaikan haji pada 2005 lalu ini dalam waktu dekat akan mendapat posisi yang lebih tinggi. Disebut-sebut dia akan menjadi Kapolwil, suatu jabatan yang dijabat perwira polisi berpangkat Komisaris Besar (Kombes). Lilik tewas ditembak oleh anak buahnya, Briptu Hance, yang memuntahkan 12 peluru pada Rabu (14/3/2007). Motif penembakan terhadap Lilik oleh Hance masih diselidiki Polda Jawa Tengah. Namun, diduga Hance nekat menghabisi Lilik sebagai protes atas mutasi dirinya ke Polres Kendal. Saat ini, jenazah Lilik masih diotopsi di RS Bhayangkara. Polwiltabes Semarang pun berduka. (asy/nrl)


Berita Terkait