Megaria Dijual, Pecinta Cagar Budaya Alami Dilema

Megaria Dijual, Pecinta Cagar Budaya Alami Dilema

- detikNews
Rabu, 14 Mar 2007 08:36 WIB
Jakarta - Kompleks Megaria yang bersejarah dijual. Pecinta cagar budaya pun angkat bicara.Asep Hambali, pendiri dan Ketua Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia (KPSBI) Historia, menilai, penjualan Megaria merupakan suatu dilema bagi komunitas peduli budaya Indonesia.Di satu sisi, Megaria merupakan bangunan cagar budaya yang harus dipertahankan. Namun di sisi lain, kondisi Megaria tidak nyaman lagi untuk dikunjungi seperti lapangan parkir yang terbuka, tidak ada shelter jika terjadi hujan dan cukup sepi. "Kita menghadapi orang-orang yang mengharapkan modal besar yang memiliki kepentingan yang hanya bisa dinilai dengan uang," kata Asep dengan menggebu-gebu.Asep mengatakan, memang dalam SK Gubernur DKI No 475/1992 tentang Penetapan Bangunan Cagar Budaya tertera bahwa pemerintah hanya dapat melindungi bangunan cagar budaya tersebut, bukan mengambil atau memiliki."Hanya beberapa yang dimiliki pemerintah. Kita juga melihat Megaria ini tidak akan berkembang, karena masyarakat kita lebih senang belanja daripada menonton," ujar Asep.Namun menurut Asep, walaupun telah ada SK Gubernur tersebut, pemerintah melalui UU No.5/ 1992 tentang Cagar Budaya seharusnya tidak memberikan izin penjualan Megaria. "Pemerintah yang punya power sebagai penguasa. Jangan tunduk dengan uang," imbuhnya.Asep menceritakan bahwa dirinya pernah menghubungi Ferry, yang memasang iklan penjualan Megaria di internet. Dari percakapan melalui telepon tersebut, Ferry membenarkan adanya penjualan tersebut karena perusahaan pemilik bioskop tersebut sedang mengalami kolaps."Dia tidak sebutkan PT-nya. Tapi dia bilang daripada perusahaan itu kolaps, mending dijual," ujar Asep. (ziz/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads