Gubernur Mendadak Turun dari Bus Khusus Vasektomi
Selasa, 13 Mar 2007 16:47 WIB
Surabaya - Ingin vasektomi gratis? Tidak perlu repot ke rumah sakit atau puskesmas. Saat ini BKKBN Jatim telah menyediakan bus yang disulap untuk melayani permintaan vasektomi. Bus khusus bantuan Gubernur Jatim ini diserahterimakan di Gedung Negara Grahadi, Jl Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (13/3/2007). Seusai Rakerda Program KB, bus yang berwarna biru itu pun langsung melayani pasien.Pantauan detikcom, bus yang bagian dalamnya terdapat dua bed dan perlengkapan kedokteran itu langsung disibukan dengan kedatangan 7 orang yang minta di-vaksetomi. Gubernur Imam Utomo yang mencoba masuk bus sempat balik kucing karena melihat ada pasien."Ndak..ndak saya turun bus saja," kata Imam Utomo sambil bergegas menuruni anak tangga bus. Rencananya, Imam akan melihat kelengkapan isi bus yang diparkir di halaman Grahadi.Salah satu pasien itu adalah Suwantah (51), asal Driyorejo Gresik. Ia mengaku niatnya ikut vasektomi tersebut sudah seizin isterinya, Sumilah (45). Bapak 6 anak tersebut mengaku sukarela mengikuti KB tersebut."Tidak ada paksaan sama sekali. Saya ikut ini lantaran kasihan terhadap isteri. Karena anak saya sudah 6 dan keinginan saya bermain seks tinggi," jelas dia. Sedangkan salah satu peserta yang sudah melakukan vasektomi, Ronald Steven Higo (41) warga Jl. Sulawesi Surabaya, mengaku sudah mengikuti program KB tersebut sejak Mei 2006 di RSU Dr Soetomo. "Tidak ada pengaruh sebelum atau sesudah vasektomi. Semua biasa saja rasanya pada saat melakukan hubungan suami isteri," tegasnya. Di tempat yang sama Ahli Urologi, dr Rahmad, mengatakan, vasektomi yang dilakukan pada pria tersebut dengan melakukan metode memotong saluran sperma. "Bila di kemudian hari ingin memiliki anak lagi, maka akan dilakukan penyambungan meski hasil yang didapat hanya mencapai 60 hingga 90 persen dan tidak sesempurna miliknya yang dulu," jelas dia. Idealnya, lanjut Rahmad, setiap orang yang sudah menjalani vasektomi akan dilakukan analisis spermanya tiap 1 bulan sekali dalam 3 bulan untuk mengetahui ada atau tidak. Selain itu tiap minggu sekali harus melakukan kontrol.
(gik/asy)











































