PGRI Merasa Diabaikan SBY
Selasa, 13 Mar 2007 15:58 WIB
Jakarta - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kecewa dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Banyak hal yang membuat PGRI merasa diabaikan.Pertama, SBY tidak pernah meluangkan waktu untuk beraudiensi dengan organisasi guru terbesar di Indonesia ini. Padahal banyak persoalan guru yang ingin disampaikan pada orang nomor satu di Indonesia itu."Padahal 43 orangutan yang dikembalikan dari Thailand saja bisa ketemu Ibu Presiden (Ani Yudhoyono)," cetus Ketua Umum PGRI M Surya di sela-sela acara pertemuan PGRI dengan DPP dan Fraksi PAN di kantor PGRI, Jalan Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2007).Kedua, walau UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen sudah ada sejak Desember 2005, namun pemerintah belum juga membuat peraturan pelaksanaannya. "Kami sangat menyesal, kenapa PP sebagai pelaksana UU tersebut hingga saat ini belum keluar," kata Surya.Malah, pemerintah sibuk menyusun PP 37/2006 tentang Kedudukan Protokol dan Kedudukan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD. PP untuk kesejahteraan guru pun terabaikan."Namun kami akan terus berjuang. PP tersebut untuk kesejahteraan guru. Meskipun ternyata pemerintah lebih memperhatikan PP 37 yang mengurus kesejahteraan anggota dewan," kata Surya.Keluhan ketiga PGRI adalah belum terealisasinya anggaran pendidikan 20 persen. Padahal angka tersebut merupakan ketetapan konstitusi dan kemudian dikuatkan oleh putusan Mahkamah Konstitusi.Masih ada lagi keluhan keempat. Hari Guru yang lalu, 25 November 2006, tidak diperingati oleh pemerintahan SBY."Kami sangat menyesal, kenapa pada tahun 2006 tidak dilaksanakan hari peringatan guru nasional. Padahal tahun-tahun sebelumnya selalu dilaksanakan. Ini bukti pemerintah masih kurang perhatian terhadap nasib para guru," tandas Surya. Bagaimana Pak SBY?
(aba/sss)











































