Suwarna Laporkan KPK ke Polri

Suwarna Laporkan KPK ke Polri

- detikNews
Selasa, 13 Mar 2007 15:17 WIB
Jakarta - Janji terdakwa kasus korupsi lahan sawit sejuta hektar, Gubernur nonaktif Kalimantan Timur Suwarna AF, melaporkan KPK ke Mabes Polri benar-benar dilakukan. Serangan balik Suwarna terhadap KPK ini dilakukan pengacaranya, Sugeng Teguh Santosa.Sugeng melaporkan Wakil Ketua Bidang Penindakan KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, Kepala Satuan Tugas Penyidik Perkara OH Napitupulu, serta tim JPU dari KPK, yakni Firdaus, Wisnu Baroto dan KMS Roni ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pemalsuan surat."Tumpak kita laporkan karena dia yang membuat perintah penyidikan. Dan tim penyidik dalam melakukan penyidikan telah melakukan tindakan melawan hukum. Kita juga minta pimpinan KPK ikut diperiksa," kata Sugeng di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (13/3/2007).Menurutnya, dalam mengumpulkan bukti-bukti terhadap Suwarna, tim penyidik telah memerintahkan Kepala Biro Ekonomi Pemprov Kaltim Syahrial untuk membuat pernyataan dalam fotokopi, bahwa dokumen rekomendasi Suwarna sesuai aslinya. "Ternyata dokumen itu tidak aslinya. Baru kita ketahui dalam proses persidangan pada 27 Februari lalu," tutur Sugeng.Dalam laporan bernomor TBL/48/II/2007, para pemalsu dilaporkan melanggar pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP serta pasal 266 KUHP. Dalam persidangan, ketika ditanya hakim, JPU juga mengaku tidak pernah melihat surat aslinya, begitu juga dalam penyitaan tidak pernah ada. "Syahrial membuat pernyataan dalam dokumen yang difotokopi itu atas permintaan penyidik KPK, yang aslinya sama sekali tidak ditemukan," ungkap Sugeng.Sayangnya, ketika ditanyakan apakah kliennya pernah membuat surat rekomendasi itu, Sugeng tak mau menjawabnya. "Itu tugas penyidik untuk menyelidikinya," kilahnya.Sugeng mengatakan, dalam persidangan Suwarna, ada 12 surat yang diduga dipalsukan, meliputi izin prinsip pembukaan lahan dan perkebunan, dispensasi garansi bank, dan izin prinsip pembukaan lahan."Besok baru akan kita laporkan dugaan pemerasan ke Kejagung," imbuh Suwarna. (mar/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads