Megaria Bakal Dilego, Pekerjanya Terbengong-bengong
Selasa, 13 Mar 2007 14:49 WIB
Jakarta - Gedung eks bioskop Metropole (Megaria) sudah ditawarkan via internet. Sejumlah pekerja yang mencari rezeki di gedung tersebut terbengong-bengong, karena tidak tahu ada rencana itu."Ah masak sih! Saya nggak tahu," tutur penjaga tiket 21 Megaria kepada detikcom, Selasa (13/3/2007), yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan.Benar-benar nggak tahu Mbak? "Iya benar nggak tahu!" cetus wanita berparas manis itu dengan mimik meyakinkan.Karyawan bioskop lainnya juga mengaku tidak tahu soal itu. "Tapi bisa saja, lah ini bukan punya 21, kita kan cuma ngontrak," kata pria berusia 50 tahunan.Bioskop 21 menyekat gedung tersebut menjadi 6 studio berkapasistas 150 orang. Meski gedung sudah ditawarkan, bioskop 21 masih menayangkan film-film Hollywood di studionya."Operasional tetap jalan, apa yang dijual kan hanya gedung bioskopnya saja atau seluruh kompleks," kata dia.Tidak hanya pekerja di jaringan bioskop 21, kasir RM Kambal yang sama-sama menolak disebutkan namanya juga mengaku baru tahu setelah membaca di koran tadi pagi."Sebelumnya saya nggak tahu itu," kata pria berusia sekitar 40 tahunan itu.Pria tersebut menduga pemilik gedung dan lahan memiliki pertimbangan tertentu ketika memutuskan menjual kompleks tersebut. "Kalau sepi nggak juga ah, ramai terus kok. Malam Minggu, apalagi hari Senin," katanya.Selain bioskop 21 dan warung RM Kambal di gedung yang terletak di Jalan Diponegoro 59 tersebut juga ada salon, warnet, supermarket Hero dan beberapa penyewa lainnya.Dalam iklan di internet, gedung bersejarah di atas lahan selus 11.623 m2 itu ditawarkan seharga Rp 151 miliar.Gedung tersebut dibangun sejak tahun 1949 dan mulai beroperasi sebagai biskop pada tahun 1951.Anda punya kenangan tentang bioskop Megaria? Ceritakan pada kami di redaksi@staff.detik.com.
(umi/sss)











































