Gusti Randa Habisi Siswi SD karena Dilempar Kratingdaeng
Selasa, 13 Mar 2007 14:27 WIB
Jakarta -
Kasus pemerkosaan dan pembunuhan siswi SD Assyafiq bernama Muna Nuria (14) pada Sabtu 10 Maret terkuak. Tersangka utama bernama Gusti Randa (16). Gusti mengakui semua perbuatannya karena dendam pernah dilempar botol minuman energi Kratingdaeng oleh korban. "Kamis (8/3/2007) malam saya sedang naik motor, terus korban menghampiri saya minta diboncengin dan diantar pulang. Namun saya tolak karena saya waktu itu lagi buru-buru, eh tiba-tiba dia lempar botol ke arah muka saya," ujar Gusti di Mapolsek Metro Tanjung Priok, Jalan Gorontalo, Jakarta Utara, Selasa (13/3/2007).Setelah peristiwa itu, Gusti mengajak temannya, Hendra Saputra (15), untuk membunuh korban. Gusti mengaku tidak ada pikiran untuk memerkosa korban terlebih dahulu. Namun yang ada hanya ingin membunuh.Gusti dihadapkan pada wartawan di ruang rapat Mapolsek. Dia mengenakan kaos warna coklat bertuliskan 'Tahanan' dan celana pendek pendek. ABG berambut pendek ini bercerita sambil menundukkan kepala. Demikian juga Hendra. Barang bukti botol Kratingdaeng diamankan polisi."Saat saya membawa korban pada malam kejadian, awalnya saya tidak niat memerkosa tapi pas mau saya bunuh, saya tertarik pada tubuhnya. Ternyata cukup terangsang, ya sudah saya pukul tengkuknya dua kali supaya pingsan terus saya perkosa bergiliran dengan teman, lalu baru saya dan teman bunuh korban," beber Gusti.Gusti bersama Hendra membunuh korban dengan cara menyumpal mulut korban dengan batu sebesar kepalan tangan. Batu tersebut dimasukkan ke tenggorokan korban. Mulut korban disumpal lagi dengan sapu tangan. Setelah itu korban yang telah meninggal ditinggal begitu saja dalam keadaan baju terbuka, celana jeans melorot, dan pakaian dalam rusak serta banyak darah di selangkangan kaki.Setelah itu, kedua penjahat ABG itu kabur ke rumah Gusti di Gang 9 RT 2/9 Tanjung Priok.
(nik/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































