Bahas Pasir, SBY Diminta Panggil Kapolri, KSAL & Mendag
Selasa, 13 Mar 2007 14:16 WIB
Jakarta - Ekspor pasir ke Singapura dinilai menginjak-injak kedaulatan RI. Presiden SBY pun diminta meninjau langsung pulau-pulau yang pasirnya diambil."SBY harus memanggil Kapolri, KSAL, dan Mendag untuk meng-clear-kan masalah ekspor pasir ke Singapura," kata Sekretaris FKB Helmy Faisal Zaini dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2007).Menurut dia, Polri dan TNI AL harus turun tangan melakukan pengawasan ketat larangan ekspor pasir yang sudah ditetapkan Mendag."SBY harus mengambil alih. Bentuknya, perlu datang langsung ke pulau-pulau yang sudah mau ambruk karena pasirnya sudah digali, biar tahu betapa luar biasanya eksploitasi di sana," ujarnya.Anggota Komisi VI Choirul Saleh Rasyid meminta SBY tidak membiarkan ekspor pasir karena kedaulatan negara semakin dinjak-injak."Kami melihat upaya penanganan pemerintah belum satu komando dan satu bahasa, karena itu harus dikoordinasikan dengan baik," kata Choirul.
(aan/sss)











































