Ada Sungai Bawah Tanah, Malang Selatan Rawan Ambles
Selasa, 13 Mar 2007 13:57 WIB
Malang - Pemukiman Kabupaten Malang, khususnya bagian selatan berpotensi mengalami penurunan tanah atau land subsidence. Hal ini akibatkan karena adanya sungai bawah tanah yang berada tepat dibawah gunung kapur Dukuh Sentong, Kacamatan Bantur, Malang Selatan.Aliran sungai bawah tanah tersebut berasal dari arah utara menuju ke selatan, yakni dari badan Sungai Jubel menuju ke Sungai Garek dan berakhir di laut selatan. "Akibat adanya sungai bawah tanah yang mempunyai debet air yang cukup tinggi yakni 20 liter per detik itu menggerus bagian bawah gunung yang membuat ronggga rongga sehingga mmengakibatkkan tanah ambles 2 hingga 10 meter," kata ahli geologi Universitas Brawijaya Malang, Adi Susilo, kepada detikcom, Selasa (13/03/2007).Menurut Adi, kasus tersebut sempat terjadi pada bulan Januari 2007 lalu di Dukuh Sentong. Rumah-rumah wargadi desa tersebut mengalami retak pada tembok dan lantai hingga 3 centimeter lebih.Selain diakibatkan sungai bawah tanah, amblesnya tanah juga diakibatkan curah hujan yang lebat serta adanya penebangan liar yang banyak terjadi di kawasan Malang Selatan. Rawan tanah ambles, menurut adi, juga terjadi di desa-desa yang bersebelahan dengan Dukuh Sentong. Namun, kondisinya tidak separah dengan yang terjadi di Sentong.Untuk itu, Adi berharap pemerintah bisa melarang warganya mendirikan bangunan, khususnya rumah, dalam radius 1 KM dari Desa Dukuh Sentong. "Radius 1 kilometer dari desa tersebut sangat rawan ambles. Jadi jangan sampai ada warga yang mendirikan bangunan di sekitar aderah itu," harap Adi.
(gik/asy)











































