Puluhan Orang Demo Tolak RUU Penanaman Modal di Solo
Selasa, 13 Mar 2007 11:17 WIB
Solo -
Puluhan orang berunjuk rasa di Bundaran Gladag, Solo. Mereka menolak pengesahan RUU Penanaman Modal karena tidak berpihak pada rakyat.Massa yang terdiri dari berbagai elemen gerakan mahasiswa serta LSM ini tiba di Bundaran Gladag, Jl Slamet Riyadi, Solo, sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa (13/3/2007). Mereka menamakan diri Aliansi Masyarakat untuk Kesejahteraan Rakyat (Amuk Rakyat).Dalam orasinya, para pengunjuk rasa menyerukan penolakan pengesahaan RUU Penanaman Modal menjadi UU. Mereka menilai, RUU ini terlalu berpihak kepada pemilik modal. RUU ini juga dianggap tidak memiliki prinsip keterbukaan. "Pasal-pasal di dalam RUU Penanaman Modal ini sangat merugikan negara dan rakyat. Karena itu pengesahaan RUU ini harus ditolak," kata salah seorang demonstran dalam orasinya.Pasal-pasal yang potensial merugikan negara dan rakyat antara lain, pasal 1 ayat 3, yakni tentang kemungkinan pemodal asing bebas beroperasi di Indonesia tanpa bekerjasama dengan pemodal dalam negeri.Pasal 6 ayat 1, menyebutkan negara memberikan perlakuan yang sama terhadap semua pemodal dari negara mana pun. Menurut para pengunjuk rasa, hal ini sama artinya negara tidak melindungi pemodal dalam negeri.Pasal 8 ayat 1, penanam modal dapat mengalihkan asetnya kepada pihak lain. Pasal ini memberikan peluang pemodal asing dapat melepaskan tanggung jawab sehingga kerugian ditanggung negara.Selanjutnya pasal 20 ayat 1, yang menyebutkan Hak Guna Usaha diberikan selama 95 tahun, Hak Guna Bangunan diberikan 80 tahun, dan hak pakai selama 70 tahun. Jangka pemberian hak yang cukup lama ini menandakan pemerintah akan melakukan pengalihan aset besar-besaran kepada pemodal asing."Karena itu Amuk Rakyat menolak RUU tersebut, tolak Neolib, dan tolak campur tangan asing," ujar pengunjuk rasa.Demonstrasi ini berlangsung di bawah guyuran hujan gerimis. Beberapa personel polisi terlihat sibuk mengatur arus lalu lintas di sekitar Bundaran Gladag.
(djo/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































