Mungkin Saja Polisilah Pelaku Teror SMS 1717
Selasa, 13 Mar 2007 11:00 WIB
Jakarta - Merebaknya teror bom melalui SMS 1717 disinyalir sebagai ulah oknum kepolisian untuk memberi kerjaan kepada tim Gegana. Apalagi setelah tim Gegana menyisir lokasi yang disebutkan dalam SMS tersebut, hasilnya ternyata nihil.Sinyalemen ini muncul lantaran pelaku teror SMS yang dipublikasikan pihak kepolisian dirasakan ganjil. Seperti bocah 10 tahun peneror bom Monas dan tukang cendol peneror bom Kedubes Inggris.Mungkinkah sebenarnya polisi ada di balik kejadian tersebut? "Kemungkinan itu bisa terjadi, tapi sulit untuk membuktikannya," kata pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar saat dihubungi detikcom, Selasa (13/3/2007).Namun, jika memang benar kepolisian yang melakukan hal itu, menurut Bambang, malah akan membuat masyarakat menjadi kebal."Masyarakat akan imun, kebal dengan isu teror tersebut. Akibatnya mereka akan melakukan pembangkangan sosial, sebab pemerintah tidak optimal melayani publik," tutur dosen PTIK ini.Meski demikian Bambang tidak menampik ulah orang iseng yang memanfaatkan kecanggihan teknologi."Kemungkinan bisa, sekarang kita beli voucher saja tidak sign untuk melaporkan alamat kita. Identifikasi tentang alamat orang di negeri kita sangat lemah," ujarnya.Bambang juga menyoroti sektor keamanan di Indonesia yang dimonopoli oleh pemerintah. Jadi misalkan ada kekurangan, tidak ada lembaga khusus yang mengontrol tentang perbuatan pemerintah yang tercela."Oleh karena itu, perlu ada lembaga nonstruktural yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk mengatur tentang masalah tersebut," usulnya.Bambang juga berpendapat harus ada pembukuan yang tertib tentang kependudukan di Indonesia dari tingkat desa hingga provinsi. "Sebab saat ini sistem administrasinya tidak sistematik," kritiknya. Terhadap adanya kemungkinan polisi terlibat ancaman ke 1717, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Carlo Tewu enggan berkomentar. "Tanya Humas saja," katanya pada detikcom. Sedangkan ponsel Kahumas Polda Metro Jaya Kombes Ketut Untung Yoga Ana tidak aktif.
(anw/sss)











































