Mengaku Dirampok Rp 83 Juta, Rahman Malah Dibui
Selasa, 13 Mar 2007 10:39 WIB
Makassar - Pura-pura malu itu biasa. Tapi kalau pura-pura kerampokan, jangan pernah mencoba. Sebab di Makassar, gara-gara mengaku duitnya kerampokan, malah dijebloskan ke terali besi. Hal ini menimpa Rahman (26), karyawan salah sebuah toko di Jl Sulawesi, sebuah daerah pecinan di Makassar. Karena dipercaya majikannya, Rahman lalu dititipi duit oleh majikannya untuk disetor ke Bank BCA. Uang yang dititipkan ke Rahman pun tak sedikit: Rp 83 juta! Tapi rupanya di tengah jalan, Rahman kalap mata. Bukannya ke bank, Rahman malah ke rumahnya. Setelah menyimpan uang itu, ia lalu melapor ke Mapolsekta Wajo, Makassar. Dengan ekspresi yang sempurna, Rahman awalnya mampu mengecoh polisi. Ia mengaku kerampokan ketika di Jl Flores, pada Senin kemarin (12/3/2007). Kata Rahman, dia dipepet oleh perampok bermotor, dan diancam dengan parang. "Dia mengaku kerampokan dan dihadang dengan parang. Tapi anehnya, saat itu tidak ada saksi," ucap Inspektur Satu Andi Yul L, Kepala Unit Reskrim Polsekta Wajo, Makassar. Bahkan, Rahman berpura-pura bahwa luka yang berda di pipi kanannya adalah karena sabetan parang. Menerima laporan Rahman, polisi lalu langsung bertindak. Reka ulang pun digelar. Kecurigaan aparat mulai muncul saat reka terjadi, selain memberikan informasi yang berbelit-belit, Rahman pun terlihat plin plan. Terlebih polisi mencurigai luka Rahman yang berada di pipi, lantaran saat itu Rahman mengenakan helm standar. Setelah didesak oleh polisi, Rahman langsung mengaku. Ia terlilit utang, makanya melakukan hal itu. Rahman lalu menyerahkan duit yang diembatnya ke pihak polisi, tapi yang hanya tersisa Rp 80 juta. Gara-gara pura-pura, Rahman musti rela ditahan di Mapolsekta hingga Selasa (13/3/2007).
(gun/nrl)











































