SBY Janggan Menggantung Isu Reshuffle!
Senin, 12 Mar 2007 19:11 WIB
Jakarta - Gonjang-ganjing isu reshuffle kabinet SBY terus mendapatkan perhatian kalangan elit. Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid meminta presiden SBY tegas untuk memutuskan ada reshuffle atau tidak. Jika memang ada harus segera diumumkan, begitu juga sebaliknya."Lebih baik Presiden segera memutuskan apakah akan melakukan reshuffle atau tidak. Kalau ada reshuffle segera saja karena terlalu banyak persoalan bangsa yang butuh penanganan segera. Kalau tidak ada ya segera katakan tidak ada," kata Hidayat kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/3/2007). Menurut Hidayat, jika Presiden terus menggantung wacana reshuffle, maka akan berakibat buruk pada kinerja menteri dan kabinet secara keseluruhan. Karena para menteri tidak lagi konsentrasi pada kerjanya, namun sibuk menyelamatkan diri dengan lobi-lobi pada pimpinan partainya."Kalau menggantung terus, saya kasihan Presiden karena kinerjanya pasti terganggu. Sayang kan? Selain itu kerja menteri-menteri juga terganggu karena isu ini," tambah dia. Hidayat menilai tradisi mundur oleh para pejabat yang gagal di Jepang sangat baik ditiru di Indonesia jika para menteri sudah merasa tidak nyaman lagi bekerja di kabinet. "Hati nurani saja. Kalau merasa bisa kerja tunjukkan performans kerjanya. Tapi kalau tidak nyaman bekerja, ya tradisi mundur sebagai bentuk tanggung jawab baik juga," tutur Hidayat. Saat didesak siapa saja yang harus di-reshuffle oleh presiden, dengan singkat Hidayat menjawab "Sebagai ketua MPR saya tidak bisa mengatakan hal itu. Itu hak prerogatif Presiden."
(yid/asy)











































