Berharga US$ 200 Ribu, Diduga Heli Mi-2 di Juanda Barang Bekas
Senin, 12 Mar 2007 17:12 WIB
Surabaya - Hingga kini Departemen Pertahanan (Dephan) masih menelusuri siapa pihak yang memesan dua heli Mi-2 yang saat ini tarparkir di hanggar Wing Udara Lanud AL Juanda Surabaya. Diduga dua heli tempur ini merupakan heli bekas, karena harganya supermurah: US$ 200 ribu. Paling mahalnya hanya US$ 300.000.Informasi yang didapatkan detikcom, Senin (12/3/2007), dua heli ini dipesan dua tahun lalu, karena memang harganya murah. Namun, siapa pemesannya belum jelas. "Tapi, kalau tidak AL ya Polri. Kalau TNI AU sepertinya bukan. TNI AU dan TNI AD lebih memilih heli baru," kata salah seorang sumber yang pernah mengetahui pemesanan tiga heli Mi-2 buatan Rusia itu. Menurut dia, karena harga heli Mi-2 itu murah, maka pihak Indonesia tidak memerlukan banyak diskusi dan waktu untuk memesan heli-heli itu. Maka dipesanlah heli-heli itu melalui rekanan ke Rusia. "Tapi saat itu terbentur masalah, karena Rusia tidak bisa mengeluarkan kredit ekspor. Maunya tunai. Kemudian dicarilah akal dengan menggunakan pembiayaan lewat suatu bank di Singapura," ujar dia. Karena harganya terlalu murah, diduga para rekanan itu terburu-buru dengan mendatangkan heli itu terlebih dulu. Sementara urusan pembayaran urusan belakang. "Rupanya pembayarannya tidak beres sampai sekarang, karena itu dua heli ini seakan tidak bertuan," jelas dia. Harga US$ 200 ribu, menurut dia, heli Mi-2 itu memang sangat murah. Karena itulah, ada dugaan bahwa heli-heli Mi-2 itu bukan barang baru, tapi barang bekas. "Jadi, Mi-2 ini memang produk lama, buatan tahun 1970-an. Tidak ada lagi barang barunya. Lantas Mi-2 dibuat bodi baru buatan Polandia, tapi malah tidak laku," ujar pria yang juga berpengalaman melakukan tender pembelian heli ini.
(asy/nrl)











































