Curi Cokelat, Pramugara Dipecat

Curi Cokelat, Pramugara Dipecat

- detikNews
Senin, 12 Mar 2007 14:25 WIB
Canberra - Dituduh mencuri cokelat, seorang pramugara dipecat dari pekerjaannya. Philip Woodward-Brown tidak terima dengan keputusan pemecatan yang dilakukan Qantas. Brown menganggap keputusan itu tidak adil. Apalagi karena pria itu telah bekerja selama 32 tahun untuk maskapai penerbangan Australia itu.Beberapa waktu lalu usai penerbangan dari Melbourne, Australia ke Tokyo, Jepang, para petugas keamanan Qantas menggeledah Brown. Mereka menemukan belasan bungkus cokelat di tas dan saku baju pria Australia itu.Qantas pun menyelidiki insiden itu. Brown kemudian dituduh telah mencuri cokelat-cokelat tersebut dari dalam pesawat. Sesuai kebijakan Qantas yang tidak mentolerir pencurian, kru pesawat itu pun diberhentikan.Brown yang tidak terima dengan pemecatan itu, mengadukan masalahnya ke serikat Asosiasi Awak Pesawat Australia. Menurut para pengacara Brown, bukan hal aneh bagi kru pesawat membawa barang-barang seperti cokelat, gula sachet dan kopi instan yang biasa dibagikan untuk para penumpang pesawat. Sama halnya seperti para pekerja kantoran yang kerap membawa pulang pulpen atau alat tulis lainnya dari tempat kerja mereka.Presiden Asosiasi Awak Pesawat Australia, Michael Mijatov mencetuskan, pemecatan ini sangat keterlaluan. Demikian seperti dilansir harian Australia, Sydney Morning Herald, Senin (12/3/2007)."Mereka pada dasarnya tidak menemukan adanya tindak pencurian sesuai aturan hukum yang berlaku. Tidak ada indikasi adanya niat mencuri," cetus Mijatov.Pimpinan lembaga itu mengatakan, selama 4 tahun terakhir, Qantas telah berlebihan dalam penerapan disiplin terhadap awak pesawat. "Mereka sekarang menerapkan pemeriksaan yang jauh lebih ketat terhadap kru," ujarnya seraya menekankan pemecatan Brown tidak perlu dilakukan.Juru bicara Qantas menolak menanggapi kasus ini. Komisi Hubungan Industri Australia akan segera menyidangkan kasus ini. Qantas pun bertekad mempertahankan keputusan pemecatan terhadap Brown. (ita/nrl)


Berita Terkait