Lapangan Futsal Al Kautsar Digusur, FPI Ikut Bongkar

Lapangan Futsal Al Kautsar Digusur, FPI Ikut Bongkar

- detikNews
Senin, 12 Mar 2007 13:57 WIB
Jakarta - Setelah melalui negosiasi alot selama 2 jam, disepakati lapangan futsal milik Pesantren Al Kautsar akhirnya digusur. FPI yang semula pasang badan menolak pembongkaran, kini ikut membantu pembongkaran.Perundingan berlangsung antara pemilik Pesantren Al Kautsar, Syamsu Iskandar, Dinas Pengawasan dan Penataan Bangunan (P2B), dan Dinas Trantib Kotamadya Jakarta Selatan sejak pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, Senin (12/3/2007).Pembongkaran lapangan futsal yang sudah dikelola Al Kautsar selama 6 bulan itu kemudian dilakukan. Sekitar 10 anggota Front Pembela Islam (FPI) ikut membantu.Proses pembongkaran dan penggusuran terhadap empat bangunan toko yang berada di sekitar lapangan tersebut pun berjalan lancar.Wakil Kepala P2B Budiman S mengatakan, penggusuran tersebut dilakukan karena dari segi hukum melanggar izin pembangunan."Apa pun yang terjadi, kita akan tetap lakukan secara kondusif. Kita janji untuk tetap konsisten kalau ada bangunan yang melanggar," kata Budiman di lokasi, Jalan M Kahfi I, Ciganjur, Jakarta Selatan.Budiman mencium adanya oknum dari P2B yang ikut melidungi pemilik pesantren. Menurut Budiman, pihaknya akan bertindak tegas terhadap jajarannya yang ketahuan telah menyalahgunakan tugas dan kewajibannya."Kita belum ketemu oknumnya. Tapi kita akan pantau dan lakukan inventarisasi. Jika ketahuan akan diberikan sanksi administrasi, teguran, atau bahkan dipecat," imbuh Budiman.Sementara pemilik pesantren Al Kautsar, Syamsu Iskandar, mengungkapkan adanya oknum P2B yang ikut terlibat dalam meloloskan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap pembangunan lapangan futsal yang dikelolanya.Menurut Syamsu, ketika hendak membangun lapangan futsal yang memiliki luas 19.016 meter persegi itu, oknum P2B tersebut menyarankan agar dirinya tidak menggunakan IMB tempat usaha, melainkan IMB rumah tinggal."Tapi setelah 6 bulan, ternyata ada surat segel datang dari P2B dan Dinas Trantib Jakarta Selatan," pungkasnya. (rmd/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads