Gara-gara Sepatu, Wartawan dan Pengurus Musala Nyaris Bentrok

Gara-gara Sepatu, Wartawan dan Pengurus Musala Nyaris Bentrok

- detikNews
Senin, 12 Mar 2007 12:49 WIB
Mojokerto - Wartawan televisi Mojokerto nyaris bentrok dengan pengurus Musala At-Tauba. Gara-garanya saat meliput ke dalam musala, wartawan tidak melepas sepatunya. Untung saja wartawan bersedia mengalah sehingga tidak terjadi baku pukul.Kejadian itu bermula ketika wartawan itu hendak meliput sengketa antara pengurus PKK dengan pengurus musala yang berada di Desa Ngares Kidul Kecamatan Gedek, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (12/3/2007).Pengurus PKK yang didampingi hansip itu meminta kepada pihak pengurus musala agar bersedia mengosongkannya. Sebab di lokasi musala akan dibangun Panti PKK. Nah saat pihak PKK sedang negosiasi dengan pengurus musala, wartawan televisi itu masuk ke musala untuk mengambil gambar.Karena pengurus PKK dan hansip tidak melepas sepatu, maka wartawan pun demikian. Namun melihat wartawan masuk, sejumlah pengurus musala marah dan mengusirnya sambil memekikkan taknbir. "Allahu akbar! Kalian keluar, ini bukan Panti PKK, ini masih musala," tegas salah satu pengurus musala sambil mendorong-dorong wartawan.Untungnya situasi yang memanas itu berhasil didinginkan oleh kepala desa setempat, Solahuddin yang datang ke lokasi. Solahuddin meminta agar tempat itu dikosongkan dan akan digunakan kembali untuk Panti PKK Desa Ngares Kidul.Dengan nada kesal, para pengurus musala membawa keluar peralatan dan kitab suci yang ada di dalam musala yang telah digunakan sejak tahun 2000 itu.Menurut Sholahuddin, pendirian musaa ini berawal dari surat yang ditandatangani warga RT 08 RW 03 Dusun Ngares yang menyetujui sebagai musala sementara. Namun kenyaaataanya, musala itu menjadi musala permanen, sehingga pengurus Panti PKK tidak bisa beraktivitas. (gik/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads