Kalangan DPR Kembali Gelindingkan Penggantian KaBIN
Senin, 12 Mar 2007 12:30 WIB
Jakarta -
Untuk meningkatkan kinerja BIN, sejumlah anggota DPR kembali menggelindingkan isu penggantian Kepala BIN Syamsir Siregar. Wakil Kepala BIN Asaad diusulkan menggantikan Syamsir. Usulan itu disampaikan salah satu anggota Komisi I DPR Dedy Djamaludin Malik di sela-sela rapat dengar pendapat dengan Kepala BIN di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/3/2007)."Saya dan beberapa teman seperti Effendi Choiri, Hajrianto dan lain-lain tadi sepakat akan mengusung isu tersebut," kata politisi FPAN itu.Dedy mengatakan, isu itu nantinya akan direkomendasikan kepada Presiden SBY agar segera mengganti Syamsir yang selama ini kinerjanya dianggap kurang memuaskan.Sementara itu Permadi melalui pesan singkatnya kepada detikcom menyatakan, isu penggantian KaBIN sempat disinggung oleh anggota Komisi I dari FPDIP, Theo Syafei.Namun anggota Komisi I Yusron Ihza Mahendra berpendapat lain. Menurut dia, usulan itu perlu dipertimbangkan kembali oleh pemerintah karena bila dilakukan penggantian di tengah jalan akan mengganggu kinerja pemerintah.Rapat tertutup hari ini membahas pendalaman soal anggaran, Poso, Papua, NAD, kebangkitan PKI, pos-pos BIN di luar negeri, sumber daya dan peralatan BIN.Menurut Dedy, pembahasan masalah itu tidak memuaskan anggota DPR. Bahkan isu-isu aktual seperti kecelakaan, bencana alam, Ambalat, Malaysia dan Singapura tidak dibahas."BIN belum menampilkan suatu paradigma baru atas tuntutan rakyat, tadi sangat konvensional. Ekses-ekses dalam peristiwa belakangan ini tidak dicari BIN tentang apa dan bagaimana kepercayaan rakyat kepada lembaga pemerintah. Kalau hanya informasi biasa-biasa saja, tidak ada yang kita dapat dari BIN," katanya.
(ken/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































