UN Semakin Dekat, Siswa Korban Gempa Belajar di Tenda
Senin, 12 Mar 2007 11:52 WIB
Padang -
Semakin dekatnya penyelangaraan Ujian Nasional (UN) yang digelar pada 17 April 2007 jadi persoalan tersendiri bagi para siswa korban gempa di Sumbar. Selain banyaknya gedung sekolah yang ambruk dan rusak parah, kondisi siswa yang berada di pengungsian juga perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan para relawan.Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi ketika dihubungi detikcom, Senin (12/03/2007) mengatakan, masing-masing kepala daerah segera mengambil tindakan cepat agar para siswa kembali dapat mengikuti pelajaran. "Bagi sekolah yang bangunannya tidak rusak akibat gempa kita minta agar sistem belajar dijadikan dua shift. Bila hal itu tidak dapat dilakukan maka melakukan proses belajar mengajar di tenda seperti yang telah dilakukan di beberapa tempat dapat dijadikan solusi sementara," ujarnya.Dikatakan dia, negara tetangga Malaysia telah memberikan bantuan berupa 200 tenda yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Selain bantuan dari Malaysia, sejumlah relawan seperti dari PKPU juga sudah mendirikan sekolah-sekolah darurat.Sementara, berdasarkan data dari Posko Bencana Gempa Bumi Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, hingga Senin (12/03/2007) tercatat, 410 sekolah di Sumbar yang mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi.
(yon/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































