Sebelum Pindah, Keluarga Pensiunan TNI AD Bongkar Rumah
Senin, 12 Mar 2007 11:35 WIB
Jakarta -
Bangunan rumah yang sudah tegak berdiri, dibongkar. Mereka tidak rela saat pindah ke tempat baru, rumah itu justru digunakan dengan leluasa oleh orang lain."Sebenarnya tidak perlu dibongkar. Tapi mereka tidak mau ganti rugi bangunan. Ya sudahlah, kalau nggak dibongkar, enak banget dong yang baru (yang bakal menempati)," ujar anak pensiunan, Nia.Hal itu disampaikan Nia di dekat rumahnya yang terletak di kompleks Asrama Yon Bekang-3/RAT, Jl Tanah Tinggi Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2007).Warga kompleks tersebut mulai membongkar rumah sejak 21 Februari lalu. Rumah pertama yang dibongkar adalah milik Komandan Yon Bekang 3 Kolonel Saropi. Setelah itu sekitar 70 rumah lainnya menyusul.Nia menuturkan, hasil material bongkaran rumah bisa menambah ongkos pindahan ke tempat baru. "Kami jualin kayu-kayunya, seng-seng, dan asbes. Tapi cuma laku Rp 200 ribu, padahal kami pindahan saja sampai 6 kali bolak-balik pakai mobil. Sewa mobil saja Rp 50 ribu," imbuhnya.Beberapa rumah separuh bangunannya sudah rata dengan tanah. Bahkan kabarnya rumah di kompleks bangian belakang sudah benar-benar rata tanah.Warga menuntut ganti rugi rumah senilai Rp 30-50 juta, tergantung jabatan pemilik rumah. Mereka menuntut ganti rugi, karena pada awal mula mereka datang ke wilayah itu tahun 1976 masih berupa tanah kosong. Apalagi ongkos pasang telepon dan PAM, warga membayar dengan uang sendiri.Hingga pukul 13.00 WIB, puluhan warga masih menuntut dialog dengan Komandan Batalyon Bekang 3, namun belum mendapat tanggapan. Beberapa petugas berseragam loreng berjaga di sekitar kompleks.
(nvt/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































